Monday, 24 August 2026 | 08:13 WIB

10.000 Lampu Surya Ubah Longji Rice Terraces Jadi Lautan Cahaya

Matahari baru saja tenggelam di balik punggung pegunungan Guangxi, China, ketika keajaiban dimulai. Longji Rice Terraces, terasering sawah legendaris di ka

Aug 21, 2026 - 22:14
0 0
10.000 Lampu Surya Ubah Longji Rice Terraces Jadi Lautan Cahaya

Matahari baru saja tenggelam di balik punggung pegunungan Guangxi, China, ketika keajaiban dimulai. Longji Rice Terraces, terasering sawah legendaris di kawasan Guilin, perlahan berubah menjadi lautan cahaya yang memukau. Lebih dari 10.000 lampu bertenaga surya menyala serentak, mengubah hamparan sawah berundak menjadi panggung malam yang sulit dipercaya mata.

Yang membuat pemandangan ini istimewa adalah caranya lampu-lampu itu ditata. Alih-alih dipasang seragam, setiap lampu sengaja diarahkan mengikuti kontur terasering yang berlekuk-lekuk, sehingga garis cahaya tampak menari mengikuti bentuk bukit. Di kejauhan, cahaya hangat itu berpadu dengan lentera merah yang menggantung di rumah-rumah tradisional warga, menciptakan perpaduan antara sentuhan teknologi dan kearifan budaya lokal.

Punggung Naga yang Kini Bersinar di Malam Hari

Longji Rice Terraces memang bukan destinasi sembarangan. Terletak di Kabupaten Longsheng, sekitar dua jam perjalanan dari pusat kota Guilin, terasering ini dikenal dengan julukan "Punggung Naga" karena bentuknya yang menyerupai punggung naga raksasa melingkari pegunungan. Karya agung ini dibangun oleh masyarakat etnis Zhuang dan Yao selama berabad-abad, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai sistem pertanian yang tetap lestari hingga kini.

Di siang hari, Longji menawarkan panorama sawah berundak yang menghijau atau menguning mengikuti musim. Namun sejak atraksi malam diluncurkan, destinasi ini memiliki daya tarik ganda: keindahan alam di siang hari dan keajaiban cahaya di malam hari.

Mekanisme Lampu Tenaga Surya

Inovasi ini menggunakan lampu LED bertenaga surya yang mengisi daya sepanjang hari dan menyala otomatis begitu malam tiba. Seluruh sistem beroperasi tanpa membutuhkan jaringan listrik konvensional, menjadikannya pilihan yang hemat biaya sekaligus ramah lingkungan bagi kawasan pegunungan yang sulit dijangkau infrastruktur.

Pendekatan ini sejalan dengan tren pariwisata berkelanjutan yang kini digalakkan China di berbagai destinasi pedesaan. Dengan memanfaatkan energi matahari, atraksi ini tidak hanya memanjakan mata wisatawan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan tempat ia berdiri.

AspekLampu Tenaga SuryaLampu Konvensional
Sumber energiMatahari, terbarukanListrik jaringan
Biaya operasionalRendahTinggi
Dampak lingkunganMinimLebih besar
PerawatanRinganRutin

Atraksi Malam yang Kini Berlangsung Setiap Hari

Sejak diperkenalkan, atraksi ini langsung menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Menariknya, pertunjukan cahaya ini kini berlangsung setiap hari selama musim wisata, bukan hanya pada momen-momen tertentu. Pengunjung dapat menyusuri jalur setapak di antara hamparan cahaya, menyaksikan siluet pegunungan yang diterangi ribuan titik terang, dan merasakan suasana magis yang jarang ditemukan di tempat lain.

"Ini seperti memasuki dunia dongeng. Saya tidak pernah membayangkan sawah bisa tampak seindah ini di malam hari," ujar seorang wisatawan yang berkunjung ke lokasi.

Dampak bagi Desa dan Masa Depan Wisata

Kehadiran atraksi malam ini membawa angin segar bagi ekonomi warga setempat. Homestay, restoran, dan para pemandu wisata kini kebanjiran kunjungan, terutama pada jam-jam setelah matahari terbenam. "Lampu-lampu ini mengubah hidup kami. Desa yang tadinya sepi di malam hari kini selalu ramai," ungkap seorang pemilik penginapan di desa tersebut.

Kisah Longji Rice Terraces menjadi contoh nyata bagaimana teknologi sederhana bisa mengubah wajah sebuah desa. Dengan kreativitas dan investasi yang tepat, sebuah kawasan pertanian tradisional dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata kelas dunia tanpa harus kehilangan akar budayanya. Di balik 10.000 titik cahaya itu, tersimpan pesan besar: keindahan tidak selalu harus datang dari gedung-gedung megah, melainkan bisa lahir dari hamparan sawah yang dirawat dengan cinta.

[SOCIAL_TWEET]: China sulap Longji Rice Terraces jadi lautan cahaya dengan 10.000 lampu tenaga surya. Sawah berubah jadi panggung malam! 🌾✨[SOCIAL_TG]: 🌙 10.000 lampu surya ubah sawah di Guilin, China, jadi lautan cahaya setiap malam. Wisata malam baru yang wajib masuk daftar kunjunganmu!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User