TORINO — Juventus masih mempertahankan nama Emiliano Martinez di puncak daftar belanja
Manajemen Si Nyonya Tua tak ingin membuang waktu. Mereka membutuhkan sosok penjaga gawang yang bisa langsung menjadi palang pintu utama setelah era Wojciec
Manajemen Si Nyonya Tua tak ingin membuang waktu. Mereka membutuhkan sosok penjaga gawang yang bisa langsung menjadi palang pintu utama setelah era Wojciech Szczesny yang bakal berakhir. Martinez, sang juara Piala Dunia 2022 bersama Argentina dan peraih dua Yashin Trophy, dinilai memiliki karakter agresif dan pengalaman level tertinggi yang cocok dengan proyek jangka panjang klub.
Prioritas Utama: Martinez
Beritatercepat dapat mengonfirmasi dari sumber internal bahwa Juventus sudah membuka jalur komunikasi awal dengan kubu Martinez.
“Kiper dengan mental pemenang seperti Martinez sangat sulit ditemukan. Dia punya semuanya: distribusi, refleks, dan kepemimpinan di lini belakang. Kami akan mencoba segala cara untuk membawanya ke Turin,” ujar sumber yang dekat dengan dewan direksi Juventus.
Namun, jalan menuju Martinez tidak akan mudah. Berikut poin-poin kunci yang memperkeruh situasi:
- Kontrak panjang: Martinez masih terikat dengan Aston Villa hingga 2027. The Villans tidak akan melepasnya dengan harga murah. Taksiran nilai transfernya menyentuh €60–70 juta.
- Ambisi Liga Champions: Villa yang tengah bersaing di papan atas Premier League dan berpeluang lolos ke Liga Champions musim depan bukanlah batu loncatan yang mudah ditinggalkan.
- Opsi lain: Beberapa klub elit Eropa juga dikabarkan mengintai situasi Martinez, yang bisa memicu perang harga.
Bagi Juventus, mendatangkan Martinez bukan sekadar membeli kiper; ini adalah pernyataan kekuatan setelah beberapa musim kehilangan dominasi domestik. Direktur olahraga Cristiano Giuntoli disebut telah memasukkan namanya sebagai pilar utama strategi revitalisasi skuad di bawah kendali baru pelatih.
Rencana B: Guglielmo Vicario
Jika Aston Villa bersikukuh menolak tawaran, Juventus tak mau mati kutu. Mereka sudah menyiapkan rencana cadangan matang: Guglielmo Vicario.
“Vicario adalah kiper modern. Kemampuannya dalam membangun permainan dari belakang dan refleks di bawah mistar sudah teruji di Premier League. Dia bukan sekadar pelampiasan, melainkan target serius yang kami pantau sejak masih di Empoli,” tambah sumber yang sama.
Mantan kiper Empoli itu tampil impresif pada musim debutnya bersama Tottenham. Statistik post-shot expected goals (PSxG) miliknya masuk jajaran teratas di Eropa musim ini. Harga pasarannya yang berada di kisaran €40 juta menjadikannya opsi yang lebih ramah terhadap neraca keuangan Juventus — sebuah pertimbangan krusial mengingat kendala Financial Fair Play (FFP) yang membayangi klub.
- Usia ideal: Vicario baru berusia 28 tahun, masih bisa menjadi fondasi jangka panjang.
- Adaptasi cepat: Sebagai pemain Italia, Vicario tidak akan butuh waktu lama beradaptasi dengan kultur taktik Serie A.
- Koneksi agen: Hubungan baik antara Juventus dan agen Vicario bisa memperlancar negosiasi personal.
Dinamika Bursa yang Memanas
Pergerakan agresif Juventus ini menandakan bahwa jendela transfer musim panas 2026 akan menjadi panggung penting perombakan besar-besaran. Szczesny yang menua dan belum optimalnya kiper pelapis membuat pos penjaga gawang menjadi krisis yang harus segera ditambal. Pilihan antara Martinez dan Vicario bukan hanya soal kualitas, melainkan juga soal kesiapan finansial dan kecepatan gerak di pasar yang semakin ganas.
Satu hal yang pasti, Juventus tidak akan tinggal diam. Entah itu wajah baru bernama Martinez atau Vicario, skuad Bianconeri musim depan hampir dapat dipastikan memiliki kiper kelas dunia yang siap mengamankan gawang dari gelombang serangan lawan.
Comments (0)