Mimpi Keliling Dunia Dua Pemuda RI Berakhir sebagai Gelandangan

Dua pemuda Indonesia, Saleh (26) dan Darmadjati (25), tak pernah menyangka bahwa impian mereka mengelilingi dunia dengan sepeda akan berujung di jalanan as

Jul 11, 2026 - 11:05
0 0
Mimpi Keliling Dunia Dua Pemuda RI Berakhir sebagai Gelandangan

Dua pemuda Indonesia, Saleh (26) dan Darmadjati (25), tak pernah menyangka bahwa impian mereka mengelilingi dunia dengan sepeda akan berujung di jalanan asing, menjadi gelandangan. Bermodalkan tekad baja dan hanya Rp50.000 di saku, keduanya berangkat dari Jakarta pada awal 2023 dengan sepeda butut dan mimpi besar.

Perjalanan yang Dimulai dengan Optimisme

Awalnya, perjalanan mereka penuh warna. Melintasi Sumatra, menyeberang ke Malaysia, lalu Thailand, kedua sahabat ini hidup dari belas kasihan penduduk lokal. Mereka sering bermalam di masjid, pura, atau bahkan emperan toko. "Kami hanya bermodal senyum dan keyakinan bahwa orang baik selalu ada," kenang Saleh. Prinsip itu berhasil membawa mereka hingga ke Eropa Timur setelah lebih dari setahun mengayuh.

"Ketika kamu tidak punya apa-apa, kamu justru belajar arti sesungguhnya dari rasa cukup," ujar Darmadjati dengan mata berkaca-kaca. "Tapi kami tidak siap dengan apa yang terjadi setelahnya."

Di Bulgaria, sepeda Saleh rusak parah dan tak bisa diperbaiki. Mereka memutuskan melanjutkan dengan berjalan kaki, namun uang yang terkumpul dari mengamen dan mengemis habis untuk makanan. Musim dingin tiba, dan mereka terjebak di perbatasan Hungaria tanpa dokumen lengkap. Pihak berwenang menolak memberi suaka karena mereka masuk secara ilegal. Tanpa pilihan, kedua pemuda itu mulai tidur di stasiun kereta bawah tanah, mengandalkan dapur umum untuk bertahan.

Akhir yang Tak Terbayangkan

Kisah mereka viral setelah seorang warga Hungaria mengunggah foto keduanya yang tengah menggigil di bawah jembatan. Respons warganet Indonesia mendorong KBRI setempat turun tangan. Saat ditemukan, kondisi Saleh dan Darmadjati memprihatinkan: kurus, sakit, dan kehilangan harapan. Mereka segera dipulangkan ke Tanah Air dengan biaya negara.

Kini, keduanya kembali ke keluarga masing-masing, namun trauma perjalanan masih membekas. Mereka mengaku menyesal tidak mempersiapkan dana darurat dan dokumen perjalanan yang memadai. "Kami pikir semangat saja cukup. Ternyata, aturan dan rencana juga penting," kata Saleh sembari tersenyum getir.

Kisah Saleh dan Darmadjati menjadi pelajaran pahit tentang batas antara kenekatan dan kebodohan. Di era digital ini, banyak anak muda terinspirasi petualangan ekstrem tanpa memahami risiko hukum dan keselamatan.

[SOCIAL_TWEET]: Mimpi keliling dunia cuma bermodal Rp50 ribu? Dua pemuda RI ini akhirnya jadi gelandangan di Eropa. Jangan cuma modal nekat! #Petualangan #PelajaranHidup #PemudaRI[SOCIAL_TG]: 🚴‍♂️😢 Berangkat dengan Rp50 ribu, pulang dengan trauma. Dua pemuda RI ini alami nasib tak terduga saat keliling dunia. Simak ceritanya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User