Menteri PPPA Puji Sinergi Pemkab Gresik-Industri Lindungi Perempuan-Anak
Gresik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang dijalin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama
Gresik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang dijalin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama PT Petrokimia Gresik dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Apresiasi ini disampaikan langsung saat kunjungan kerja yang berlangsung di Wisma Kebomas, kompleks PT Petrokimia Gresik, pada Kamis (sebutkan tanggal jika ada, tapi karena tidak ada, bisa diabaikan atau digeneralisir). Kedatangan Menteri Arifah disambut hangat oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta direksi PT Petrokimia Gresik.
Dalam pertemuan itu, Menteri Arifah menekankan bahwa keterlibatan aktif dunia industri menjadi kunci percepatan terwujudnya kabupaten layak anak dan responsif gender. Ia menyebut kolaborasi multipihak antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta mampu menekan angka kekerasan serta memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di akar rumput.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Saya sangat mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemkab Gresik bersama PT Petrokimia Gresik. Ini menjadi contoh baik bagaimana industri turut hadir dalam perlindungan perempuan dan anak,” ujar Arifah.
Bupati Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa kerja sama dengan industri strategis seperti Petrokimia Gresik sudah berjalan dalam berbagai program konkret. Beberapa di antaranya adalah pencegahan perkawinan anak, pelatihan keterampilan bagi perempuan kepala keluarga, edukasi anti-kekerasan, serta penyediaan ruang bermain ramah anak. Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini menjadikan perusahaan bukan sekadar entitas bisnis, melainkan mitra pembangunan sosial di daerah.
“Kami terus mendorong agar perusahaan-perusahaan di Gresik menjadi bagian dari solusi. Tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial, tapi juga memastikan tidak ada diskriminasi dan kekerasan dalam lingkungan kerja,” kata Yani.
Sementara itu, perwakilan PT Petrokimia Gresik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah daerah dalam isu perempuan dan anak. Langkah ini dinilai sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak hanya fokus pada bantuan karitatif, tetapi juga intervensi struktural seperti pengarusutamaan gender dan perlindungan anak.
Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang pemantauan implementasi program-program kolaboratif yang telah berjalan. Dari data sementara yang dihimpun, lebih dari 500 perempuan di sekitar wilayah operasional perusahaan telah menerima manfaat program pemberdayaan ekonomi. Puluhan anak dari keluarga prasejahtera juga mendapatkan akses pendidikan dan pendampingan psikososial melalui kemitraan ini.
Menteri Arifah berharap, model sinergi yang terbangun di Gresik dapat direplikasi di daerah lain, terutama yang memiliki potensi industri besar. KemenPPPA, lanjutnya, akan terus memfasilitasi penguatan jejaring perlindungan perempuan dan anak di tingkat lokal, dengan mendorong peran aktif pemerintah daerah dan dunia usaha. Menurut laporan media kami, langkah Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik ini diharapkan mampu menjadi percontohan nasional dalam menciptakan ekosistem ramah perempuan dan anak yang berkelanjutan.
Dengan sinergi yang semakin solid, Gresik kini berada pada jalur tepat untuk mewujudkan predikat kabupaten layak anak dan responsif gender di Jawa Timur, sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat adalah fondasi utama dalam melindungi kelompok rentan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laporan di Beritatercepat.com.
Comments (0)