Komisi VII DPR Apresiasi Komponen Lokal di IKN, UMKM Dapat Booth Bisnis

BARU SAJA — Komisi VII DPR RI menyampaikan apresiasi penuh atas meluasnya penggunaan komponen dalam negeri di proyek strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam pernyataan yang dirilis menit lalu, DPR...

Jul 13, 2026 - 06:41
0 0

BARU SAJA — Komisi VII DPR RI menyampaikan apresiasi penuh atas meluasnya penggunaan komponen dalam negeri di proyek strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam pernyataan yang dirilis menit lalu, DPR juga menyoroti langkah Otorita IKN yang kini membuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM melalui penyediaan booth usaha bersama para mitra pembangunan.

Sejumlah legislator menyebut bahwa peningkatan kapasitas industri nasional menjadi fondasi utama di balik capaian ini. Otorita IKN tidak hanya mengejar target infrastruktur, tetapi juga memastikan rantai pasok lokal mendapat porsi dominan. "Ini bukan sekadar apresiasi, melainkan pengakuan atas kerja keras pelaku industri Tanah Air," ujar sumber di lingkungan DPR yang enggan disebut identitasnya.

Langkah Otorita IKN memperluas akses pasar UMKM menjadi sorotan utama. Ribuan pelaku usaha kecil kini mendapat tempat di sejumlah titik strategis IKN. Booth‑booth usaha tersebut dikelola dalam skema kemitraan dengan pengembang, sehingga bantuan teknis dan permodalan ringan langsung menyertai. Skema ini diyakini mampu mendongkrak omzet UMKM hingga dua kali lipat dalam satu tahun pertama operasi.

Fakta Kunci yang Terkonfirmasi

  • Dominasi Lokal: Lebih dari 65% material proyek IKN berasal dari produsen dalam negeri, berdasarkan data Otorita IKN per triwulan ini.
  • Booth UMKM: Tersedia 217 unit booth di lima kawasan inti IKN, semuanya sudah terisi oleh UMKM binaan.
  • Kemitraan: Delapan mitra pembangunan besar turut mendanai dan mendampingi operasional booth tanpa biaya sewa bagi UMKM selama dua tahun.
  • Kapasitas: Otorita IKN melatih 1.400 pelaku UMKM dalam manajemen ritel dan pemasaran digital sejak program bergulir bulan lalu.

Para saksi mata di area IKN melaporkan antrean warga yang mengunjungi deretan booth UMKM setiap akhir pekan. Produk kerajinan, fesyen khas Kalimantan, hingga kuliner modern berbahan baku lokal meramaikan gerai‑gerai tersebut. "Ini pertama kalinya produk kami bisa dipajang di lokasi seprestisius IKN," kata Novita, pemilik usaha batik dari Penajam yang booth-nya sudah beroperasi sepekan terakhir.

Sejalan dengan itu, Komisi VII mendorong Otorita IKN agar transparan dalam pelaporan progres. DPR meminta audit berkala agar porsi komponen lokal terus terjaga dan peluang UMKM benar‑benar tepat sasaran. Target berikutnya adalah menggandeng lebih banyak BUMN sebagai off‑taker produk UMKM yang terkurasi di booth‑booth tersebut.

Situasi ini mempertegas arah baru pembangunan ibu kota yang tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga inklusif secara ekonomi. Otorita IKN diperkirakan akan merilis rincian lebih lanjut pada akhir pekan ini, termasuk jadwal ekspansi booth ke kawasan penyangga. Publik berharap kolaborasi ini menjadi cetak biru bagi proyek nasional lainnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User