Oct 10, 2026
Sumatera Utara

Ketua TP PKK Medan Tekankan Penerapan PHBS Sejak Dini

Medan — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico, menegaskan bahwa penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Ketua TP PKK Medan Tekankan Penerapan PHBS Sejak Dini

Medan — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico, menegaskan bahwa penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dibangun di lingkungan keluarga akan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya generasi yang sehat, produktif, dan tangguh menghadapi berbagai risiko penyakit di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Airin Rico dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan yang melibatkan kader PKK, ibu-ibu rumah tangga, serta sejumlah tokoh masyarakat di Kota Medan. Ia menilai bahwa pendekatan keluarga merupakan jalur paling efektif untuk menyebarkan pemahaman PHBS, mengingat ibu berperan sebagai manajer utama dalam rumah tangga.

PHBS sebagai Investasi Jangka Panjang

Dalam paparannya, Airin menjelaskan bahwa PHBS bukan sekadar kampanye seremonial, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Ia menyoroti kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan sanitasi, hingga rutin berolahraga. Menurutnya, kebiasaan ini harus menjadi budaya, bukan hanya pengetahuan.

"Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini harus dimulai dari rumah, dari hal-hal kecil, dan dari usia sedini mungkin. Kalau anak-anak sudah terbiasa, maka mereka akan membawa kebiasaan baik itu sampai dewasa," ujar Airin Rico.

Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan yang kotor dan perilaku tidak sehat menjadi pemicu utama munculnya penyakit menular, terutama pada anak balita. Karena itu, peran kader PKK di tingkat kelurahan dan kecamatan dinilai strategis untuk memastikan edukasi kesehatan benar-benar sampai ke tingkat keluarga.

Peran Kader PKK dan Kolaborasi Lintas Sektor

Airin Rico menekankan bahwa TP PKK Kota Medan tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, posyandu, serta organisasi masyarakat untuk memperkuat implementasi PHBS di lapangan. Ia menyebut bahwa pendekatan yang bersifat turun ke bawah (jemput bola) jauh lebih efektif dibandingkan hanya menyampaikan imbauan melalui media.

Selain itu, ia mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Menurut Airin, kredibilitas seorang kader akan meningkat jika ia sendiri menerapkan apa yang disampaikan kepada masyarakat.

Indikator PHBS yang menjadi perhatian utama antara lain:
  • Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih
  • Pemberian ASI eksklusif kepada bayi
  • Menimbang berat badan balita secara rutin di posyandu
  • Menggunakan air bersih dan jamban sehat
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air
  • Memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah
  • Makan buah dan sayur setiap hari
  • Melakukan aktivitas fisik setiap hari
  • Tidak merokok di dalam rumah

Tantangan di Lapangan

Meski demikian, penerapan PHBS di Kota Medan masih menghadapi sejumlah tantangan. Padatnya permukiman, mobilitas warga yang tinggi, serta kurangnya kesadaran sebagian masyarakat menjadi hambatan tersendiri. Airin menyebut bahwa pendekatan edukatif harus dilakukan terus-menerus, bukan sekadar satu kali sosialisasi.

“Perubahan perilaku itu butuh waktu dan pendekatan yang sabar. Tidak bisa instan. Tapi kalau kita lakukan konsisten, hasilnya akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.

Ia berharap, dengan penguatan PHBS sejak dini, angka kejadian penyakit menular pada anak di Kota Medan dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi individu yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari kualitas hidup.

Kesimpulan

Edukasi PHBS yang digaungkan Ketua TP PKK Kota Medan menjadi pengingat bahwa kesehatan dimulai dari kebiasaan kecil di rumah. Sinergi antara keluarga, kader PKK, dan instansi kesehatan menjadi kunci keberhasilan. Tanpa perubahan perilaku, fasilitas kesehatan sebaik apa pun tidak akan cukup menekan beban penyakit di masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User