JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar peluncuran empat kitab karya

Keempat kitab yang diluncurkan mencakup tema-tema fundamental dalam tradisi keilmuan Islam, mulai dari fikih kontemporer, tasawuf, tafsir Al-Qur'an, hingga

Jul 13, 2026 - 06:26
0 0
JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar peluncuran empat kitab karya

Keempat kitab yang diluncurkan mencakup tema-tema fundamental dalam tradisi keilmuan Islam, mulai dari fikih kontemporer, tasawuf, tafsir Al-Qur'an, hingga metodologi pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah. Acara ini dihadiri oleh ratusan undangan yang terdiri dari jajaran pengurus PBNU, para kiai sepuh, akademisi, santri, serta perwakilan lembaga pendidikan Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

Empat Kitab, Empat Pilar Keilmuan

KH Zulfa Mustofa, yang dikenal sebagai sosok cendekiawan Muslim produktif, mempersembahkan empat kitab yang masing-masing diberi judul "Al-Tahdzib fi Fiqh al-Mu'amalat" (Panduan Praktis Fikih Muamalah Kontemporer), "Al-Wushul ila Maqamat al-Suluk" (Menapaki Maqamat Spiritual dalam Tasawuf), "Tafsir Ayat al-Ahkam min Surah al-Baqarah" (Tafsir Ayat-Ayat Hukum dalam Surah Al-Baqarah), dan "Manhaj Ahl al-Sunnah fi al-I'tiqad wa al-'Amal" (Metodologi Ahlussunnah dalam Akidah dan Amal).

Rais 'Aam PBNU yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi KH Zulfa Mustofa dalam menjaga tradisi kepenulisan ulama Nusantara.

"KH Zulfa Mustofa bukan hanya seorang organisatoris ulung, tetapi juga pewaris tradisi intelektual para muallif Nusantara yang menulis kitab sebagai bentuk khidmah kepada umat. Empat kitab ini menjadi bukti bahwa ulama NU terus berkontribusi menjawab tantangan zaman melalui karya tulis yang otoritatif,"

ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Tradisi Kitab Kuning dalam Kemasan Modern

Menariknya, keempat kitab tersebut ditulis dalam gaya klasik dengan bahasa Arab fusha yang lugas, namun dilengkapi dengan catatan kaki dan indeks tematik yang memudahkan pembaca kontemporer. Hal ini mencerminkan komitmen KH Zulfa Mustofa untuk menjembatani warisan intelektual Islam klasik dengan kebutuhan akademik modern, tanpa mengorbankan kedalaman analisis dan ketelitian ilmiah.

Ketua Panitia Peluncuran mengungkapkan bahwa proses penulisan keempat kitab ini memakan waktu hampir lima tahun. Selama periode tersebut, KH Zulfa Mustofa tidak hanya mengandalkan koleksi pribadi dan perpustakaan pesantren, tetapi juga melakukan konsultasi intensif dengan para masyayikh serta merujuk pada manuskrip-manuskrip langka yang tersimpan di berbagai lembaga.

"Beliau menulis dengan tangan sendiri, sebagaimana tradisi para ulama salaf. Setiap halaman melalui proses tahqiq dan muraja'ah berulang kali sebelum akhirnya siap dicetak,"

jelasnya.

Acara peluncuran juga diramaikan dengan sesi bedah kitab yang menampilkan panelis dari kalangan akademisi dan praktisi hukum Islam. Diskusi tersebut menyoroti relevansi kitab "Al-Tahdzib fi Fiqh al-Mu'amalat" dalam merespons problematika ekonomi syariah kontemporer, termasuk transaksi digital, fintech, dan cryptocurrency yang semakin marak di masyarakat.

Respon Positif dari Civitas Akademika

Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang hadir sebagai pembedah utama, menilai bahwa kitab-kitab karya KH Zulfa Mustofa memiliki nilai strategis bagi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

"Yang membedakan kitab-kitab ini dari karya serupa adalah pendekatan integratifnya. KH Zulfa tidak hanya menguasai turats klasik, tetapi juga membaca realitas sosial dengan tajam. Ini adalah model keulamaan yang sangat dibutuhkan hari ini,"

tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kitab "Manhaj Ahl al-Sunnah fi al-I'tiqad wa al-'Amal" hadir di saat yang tepat, mengingat maraknya penetrasi paham-paham keagamaan transnasional yang kerap memicu ketegangan di tengah masyarakat. Kitab tersebut secara sistematis memaparkan landasan teologis Ahlussunnah wal Jamaah sebagai benteng moderasi beragama, lengkap dengan argumentasi naqli dan aqli yang kokoh.

Poin-Poin Penting Peluncuran

  • Empat kitab karya KH Zulfa Mustofa resmi diluncurkan di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat
  • Kitab-kitab tersebut mencakup bidang fikih muamalah, tasawuf, tafsir, dan metodologi Ahlussunnah
  • Proses penulisan memakan waktu sekitar lima tahun dengan metode tradisional para muallif klasik
  • Acara dihadiri Rais 'Aam PBNU, jajaran pengurus, akademisi, dan ratusan santri dari berbagai pesantren
  • Sesi bedah kitab menyoroti relevansi karya tersebut dalam menjawab tantangan ekonomi syariah dan moderasi beragama

Kontribusi bagi Generasi Mendatang

Di penghujung acara, KH Zulfa Mustofa menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar karya-karya tersebut dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. Ia menekankan pentingnya tradisi kepenulisan di kalangan ulama muda NU agar khazanah keilmuan pesantren tidak berhenti pada generasi tertentu, melainkan terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika zaman.

"Saya hanya meneruskan apa yang telah dilakukan oleh guru-guru kami. Menulis adalah cara kita hadir dalam sejarah dan menyapa generasi yang belum lahir. Semoga kitab-kitab ini menjadi bagian dari mozaik keilmuan yang memperkaya khazanah Islam Nusantara,"

pungkasnya dengan suara bergetar.

Peluncuran ini sekaligus menjadi penanda bahwa tradisi intelektual Nahdlatul Ulama tetap kokoh dan relevan. Di tengah arus digitalisasi dan disrupsi informasi, kehadiran kitab-kitab berbobot yang ditulis oleh otoritas keilmuan yang diakui menjadi oase bagi umat yang haus akan rujukan keagamaan yang otoritatif dan menyejukkan. PBNU berencana mendistribusikan kitab-kitab tersebut ke pesantren-pesantren dan perpustakaan universitas Islam di seluruh Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.


FAQ — Peluncuran Empat Kitab Karya KH Zulfa Mustofa

❓ Siapa KH Zulfa Mustofa dan apa posisinya di PBNU?
KH Zulfa Mustofa adalah Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sekaligus seorang kiai dan cendekiawan Muslim yang produktif menulis kitab dalam bahasa Arab. Ia dikenal sebagai figur yang menjembatani tradisi pesantren klasik dengan isu-isu keislaman kontemporer.

❓ Apa saja judul empat kitab yang diluncurkan?
Keempat kitab tersebut adalah: (1) Al-Tahdzib fi Fiqh al-Mu'amalat — Panduan Praktis Fikih Muamalah Kontemporer; (2) Al-Wushul ila Maqamat al-Suluk — Menapaki Maqamat Spiritual dalam Tasawuf; (3) Tafsir Ayat al-Ahkam min Surah al-Baqarah — Tafsir Ayat-Ayat Hukum dalam Surah Al-Baqarah; (4) Manhaj Ahl al-Sunnah fi al-I'tiqad wa al-'Amal — Metodologi Ahlussunnah dalam Akidah dan Amal.

❓ Di mana dan kapan acara peluncuran berlangsung?
Peluncuran digelar di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam dengan dihadiri Rais 'Aam PBNU, jajaran pengurus, akademisi, dan ratusan santri dari berbagai pesantren di Indonesia.

[TAGS]: KH Zulfa Mustofa, PBNU, Nahdlatul Ulama, peluncuran kitab, Masjid Sunda Kelapa, kitab kuning, Islam Nusantara

[SOCIAL_TWEET]: 📚 PBNU resmi meluncurkan empat kitab karya Wakil Ketua Umum KH Zulfa Mustofa di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Karya monumental ini mencakup fikih kontemporer, tasawuf, tafsir, dan metodologi Ahlussunnah. Tradisi intelektual ulama Nusantara terus bergelora! 🕌✨ #NahdlatulUlama #KitabKuning

[SOCIAL_FB]: Malam bersejarah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat! 🌙✨ Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan empat kitab karya Wakil Ketua Umum, KH Zulfa Mustofa — seorang ulama produktif yang menulis langsung dengan tangan, sebagaimana tradisi para muallif klasik. Keempat kitab ini membentang dari fikih muamalah kontemporer yang menyentuh isu ekonomi digital, tasawuf, tafsir ayat-ayat hukum, hingga metodologi Ahlussunnah wal Jamaah. Menariknya, kitab-kitab ini ditulis selama hampir lima tahun dengan merujuk pada manuskrip-manuskrip langka dan melalui konsultasi intensif dengan para masyayikh. Sebuah warisan keilmuan yang lahir dari kedalaman tradisi pesantren dan ketajaman membaca realitas zaman. Mari kita jaga dan sebarkan khazanah intelektual ulama Nusantara! 🇮🇩📖 #PBNU #NahdlatulUlama #KHZulfaMustofa #PeluncuranKitab #IslamNusantara #TradisiPesantren

[SOCIAL_TG]: 🔔 [PBNU UPDATE] Empat Kitab Monumental Karya KH Zulfa Mustofa Resmi Diluncurkan! 📅 Sabtu malam | 📍 Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU, mempersembahkan empat karya terbaru yang mencakup: • Fikih Muamalah Kontemporer • Tasawuf dan Maqamat Spiritual • Tafsir Ayat-Ayat Hukum Surah Al-Baqarah • Metodologi Ahlussunnah dalam Akidah dan Amal Semua kitab ditulis dalam bahasa Arab fusha dengan pendekatan klasik yang dilengkapi catatan kaki dan indeks tematik modern. Proses penulisan berlangsung selama lima tahun dengan metode tahqiq dan muraja'ah tradisional. Warisan intelektual untuk generasi mendatang. MasyaAllah, berkah selalu! 🤲 #NahdlatulUlama #KitabKuning #IslamNusantara

[SOCIAL_THREADS]: 🕌 Baru saja menghadiri peluncuran 4 kitab karya KH Zulfa Mustofa di Masjid Sunda Kelapa. Sungguh membanggakan melihat tradisi kepenulisan ulama Nusantara tetap hidup dan relevan. Satu hal yang membuat saya terkesan: beliau menulis semuanya dengan tangan ✍️ — melanjutkan tradisi para muallif klasik yang menulis setiap halaman dengan penuh ketelitian. Prosesnya memakan waktu 5 tahun! Kitab tentang fikih muamalahnya bahkan menyentuh isu-isu kontemporer seperti fintech dan cryptocurrency. Ini bukti bahwa khazanah pesantren tidak pernah ketinggalan zaman. Semoga karya-karya ini menjadi amal jariyah dan tersebar luas ke seluruh pesantren di Indonesia. Aamiin. 🤲🇮🇩 #PeluncuranKitab #PBNU #IslamNusantara #TradisiIntelektual

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User