Sep 21, 2026
Hukum

Inggris Hapus Seluruh Negara dari Daftar Merah Perjalanan Covid-19

LONDON — Pemerintah Inggris secara resmi mencabut seluruh negara dari daftar merah pembatasan perjalanan Covid-19. Kebijakan ini menandai perubahan besar d

Inggris Hapus Seluruh Negara dari Daftar Merah Perjalanan Covid-19

LONDON — Pemerintah Inggris secara resmi mencabut seluruh negara dari daftar merah pembatasan perjalanan Covid-19. Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam strategi penanganan pandemi negara tersebut, khususnya di tengah merebaknya varian baru yang sempat memicu kekhawatiran global. Keputusan ini menghapus kebijakan isolasi ketat di hotel berbayar yang sebelumnya diwajibkan bagi pendatang dari negara-negara berisiko tinggi.

Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps, mengumumkan langkah krusial ini melalui akun media sosial resminya. Pembongkaran daftar merah tersebut mencakup 11 negara yang sebagian besar berada di kawasan Afrika bagian selatan. Perubahan aturan ini secara efektif mulai berlaku pada Rabu, 15 Desember, pukul 04.00 pagi waktu setempat.

Keputusan Strategis dan Tetap Menjaga Protokol Tes

Dalam keterangannya, Shapps menegaskan bahwa meskipun aturan karantina hotel berbayar untuk negara daftar merah telah dihentikan, protokol kesehatan lainnya tidak langsung mengendur. Para pelancong yang tiba di Inggris tetap diwajibkan menjalani tes Covid-19 pra-keberangkatan serta tes susulan setelah ketibaan untuk menekan potensi penularan virus.

"Mulai pukul 04.00 pagi pada hari Rabu, 15 Desember, seluruh 11 negara akan dihapuskan dari daftar merah perjalanan Inggris," ujar Grant Shapps dalam pernyataan resminya. Dia menambahkan bahwa pemerintah akan mengevaluasi kembali seluruh ukuran pengujian bagi penumpang internasional pada minggu pertama Januari mendatang.

Langkah ini diambil setelah otoritas kesehatan menilai bahwa penyebaran komunitas varian Omicron di dalam negeri Inggris sudah sangat meluas. Akibatnya, pembatasan perjalanan internasional khusus negara tertentu dinilai tidak lagi memberikan dampak signifikan dalam menekan laju penularan virus, melainkan hanya memberatkan sektor ekonomi dan industri penerbangan.

Evaluasi Varian Omicron dan Respons Kebijakan

Sebelumnya, penemuan varian Omicron memicu tanggapan cepat dari berbagai negara, termasuk Inggris yang melarang masuk pendatang dari negara-negara Afrika. Namun, perkembangan data medis terbaru menunjukkan indikasi bahwa meskipun varian ini berpotensi lebih menular, gejala yang ditimbulkan cenderung lebih ringan dibandingkan dengan varian Delta atau strain awal Covid-19.

Keputusan pemerintah untuk memulihkan mobilitas internasional ini membawa beberapa poin penting bagi para pelaku perjalanan lintas negara:

  • Penghapusan Karantina Hotel: Pelancong dari 11 negara terintegrasi tidak lagi wajib menjalani karantina mandiri di hotel berbayar yang ditunjuk pemerintah.
  • Kewajiban Tes Tetap Berlaku: Seluruh penumpang wajib melampirkan hasil tes negatif sebelum terbang dan melakukan tes paska-kedatangan.
  • Tinjauan Ulang Berkala: Kebijakan pengujian akan ditinjau kembali pada awal Januari untuk menyesuaikan dengan kondisi epidemiologi terkini.
  • Kesiapsiagaan Darurat: Pemerintah menegaskan siap memberlakukan kembali pembatasan ketat jika terjadi lonjakan risiko kesehatan publik.

Akhir dari Kritik 'Apartheid Perjalanan' dan Dampak Ekonomi

Sebelum pencabutan ini dilakukan, kebijakan daftar merah sempat menuai gelombang kritik dari berbagai pihak, termasuk pemuka agama dan pemimpin dunia. Kritik tersebut melabeli penutupan perbatasan secara sepihak terhadap negara-negara Afrika sebagai bentuk "apartheid perjalanan" yang diskriminatif dan tidak adil secara ekonomi.

Dengan dihapuskannya daftar merah ini, industri penerbangan dan pariwisata Inggris menyambut hangat keputusan tersebut. Ribuan keluarga yang terpisah akibat larangan perjalanan kini memiliki kesempatan untuk berkumpul kembali menjelang libur akhir tahun. Kendati demikian, pemerintah Inggris mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi seluruh protokol kesehatan yang berlaku demi keselamatan bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User