IHSG Langsung Tancap Gas di Pembukaan, Sentuh 5.934
BARU SAJA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyalakan sinyal hijau begitu bel pembukaan berbunyi. Pada sesi pertama perdagangan Senin (13/7/2026), indeks langsung melejit ke level 5.934, mencata...
BARU SAJA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyalakan sinyal hijau begitu bel pembukaan berbunyi. Pada sesi pertama perdagangan Senin (13/7/2026), indeks langsung melejit ke level 5.934, mencatat penguatan 10,36 poin atau setara 0,17 persen.
Pantauan MENIT ini menunjukkan reli langsung terjadi tanpa koreksi berarti di awal. Lonjakan tersebut membawa IHSG menjauhi level psikologis 5.900 yang kerap menjadi medan tempur pelaku pasar. Data dari lantai bursa mengonfirmasi, sebanyak 230 saham bergerak di zona hijau, 170 saham melemah, dan 150 saham stagnan.
Sorotan Pergerakan Saham
Aksi borong sudah terlihat sejak pra-pembukaan. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor utama penguatan.
- BBRI jadi bintang sesi ini, terbang 2,8% ke level 4.950 setelah sebelumnya tertahan di area 4.800.
- TLKM ikut mendongkrak, naik 1,5% ke 3.980, didorong optimisme ekspansi bisnis digitalnya ke luar negeri.
- ASII bergerak terbatas, hanya menguat 0,5% ke 5.300, meski sektor otomotif mencatat penjualan positif.
- Sektor energi kompak menghijau: ADRO (+3,1%), PTBA (+2,5%), dan MEDC (+1,8%) terangkat harga batubara global yang kembali bergairah.
- Saham perbankan seperti BBCA (+1,2%) dan BMRI (+1,4%) juga tak mau ketinggalan, mengerek indeks sektor keuangan.
- GOTO justru parkir di zona merah, turun 2,3% ke 85, terseret aksi profit taking setelah akhir pekan lalu reli 6%.
Faktor Pendorong
Penguatan IHSG pagi ini tak lepas dari sejumlah sentimen positif yang menumpuk sejak akhir pekan.
- Rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi memicu ekspektasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga. Dolar melemah, aliran modal asing masuk ke pasar berkembang.
- Harga komoditas seperti minyak mentah dan batubara kembali naik, menyuntikkan tenaga ke saham-saham energi dan tambang.
- Rupiah perkasa di level 14.900 per dolar AS, turun 45 poin dari penutupan akhir pekan lalu, memberi kenyamanan bagi investor asing.
- Musim laporan keuangan kuartal II yang mulai bergulir dengan beberapa emiten mencetak laba di atas ekspektasi, seperti UNVR dan ICBP, ikut memperkuat kepercayaan diri pasar.
Aksi Pelaku Pasar
Investor asing langsung masuk ke posisi beli bersih. Hingga 30 menit perdagangan berjalan, net buy asing mencapai Rp210 miliar, dengan BBRI, BBCA, dan ADRO sebagai buruan utama.
Nilai transaksi sudah menembus Rp4,2 triliun dengan volume 6,8 miliar saham diperdagangkan. Angka ini lebih tinggi 11% dibandingkan rata-rata sesi pembukaan bulan lalu, menandakan partisipasi pasar yang tinggi.
Di kawasan, bursa Asia bergerak variatif. Nikkei (+0,4%) dan KOSPI (+0,2%) ikut menguat, sementara Hang Seng (-0,3%) tertekan saham teknologi. Pergerakan IHSG yang lebih agresif menunjukkan kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap prospek ekonomi Indonesia.
UPDATE: Analis memperkirakan IHSG akan menguji resisten 5.960 jika volume terus terjaga. Namun, mereka mengingatkan potensi profit taking di sesi kedua mengingat indeks sudah naik tiga hari berturut-turut. Semua mata kini tertuju pada rilis data neraca dagang Indonesia siang nanti yang bisa menjadi katalis lanjutan.
Baca juga:
Comments (0)