Sep 21, 2026
Nasional

Gunung Ile Lewotolok Erupsi, 11 Desa di Lembata Diguyur Abu Vulkanik

LEMBATA, Beritatercepat.com — Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami peningkatan signif

Gunung Ile Lewotolok Erupsi, 11 Desa di Lembata Diguyur Abu Vulkanik

LEMBATA, Beritatercepat.com — Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami peningkatan signifikan. Pada Rabu siang, gunung api aktif tersebut dilaporkan mengalami erupsi eksplosif yang melontarkan material vulkanik ke udara, memicu hujan abu pekat yang mengguyur setidaknya 11 desa di wilayah Kecamatan Ile Ape.

Peristiwa erupsi ini mengejutkan warga sekitar lereng gunung yang tengah beraktivitas. Berdasarkan laporan pos pengamatan, kolom abu teramati membubung tinggi ke angkasa dan tertiup angin ke arah barat serta barat daya, langsung menyasar kawasan permukiman penduduk dan lahan pertanian produktif.

Kronologi Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, rangkaian kejadian erupsi berlangsung secara bertahap:

  1. Pukul 11.30 WITA: Alat seismograf mulai merekam peningkatan gempa hembusan dan tremor non-harmonik secara terus-menerus di area kawah puncak.
  2. Pukul 12.45 WITA: Erupsi utama terjadi disertai suara gemuruh berskala sedang hingga kuat, melontarkan kolom abu tebal bertekanan sedang ke arah barat.
  3. Pukul 13.30 WITA: Partikel abu vulkanik mulai turun menyelimuti atap perumahan warga, jalan raya, dan dedaunan perkebunan di Kecamatan Ile Ape.
  4. Pukul 14.15 WITA: Intensitas paparan abu vulkanik dilaporkan makin tebal, mengganggu jarak pandang kendaraan dan memicu bau belerang yang menyengat di beberapa desa.
"Abu vulkanik terhempas cukup tebal menyelimuti permukiman di sektor barat dan barat daya. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak panik, namun wajib mengenakan masker medis atau kain penutup hidung dan mulut saat berada di luar ruangan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata.

Dampak di 11 Desa Kecamatan Ile Ape

Guyuran abu vulkanik mengakibatkan jarak pandang terbatas hingga di bawah 100 meter di beberapa titik jalur transportasi darat antardesa. Setidaknya 11 desa yang dilaporkan terdampak langsung endapan abu meliputi Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakaka, Lamawara, Bungamuda, Napasabok, Lamagute, Abarwirut, Dulitukan, Kolipadan, dan Beutaran.

Selain mengotori sumber air terbuka, hujan abu tebal juga mengancam kelangsungan tanaman pangan warga seperti jagung, ubi, serta tanaman hortikultura yang berisiko gagal panen apabila endapan asam belerang tidak segera terbilas air hujan.

Imbauan dan Rekomendasi Keselamatan PVMBG

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada status Level III (Siaga). Sejumlah rekomendasi ketat dirilis untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar:

  • Masyarakat di sekitar lereng dilarang memasuki dan beraktivitas dalam wilayah radius bahaya 2 kilometer dari pusat aktivitas kawah puncak, serta radius sektoral 3 kilometer ke arah selatan dan tenggara.
  • Warga diminta mengamankan sarana penampungan air minum bersih dan menutup rapat wadah makanan guna mencegah kontaminasi partikel silika abu vulkanik.
  • Penggunaan kacamata pelindung dan masker sangat disarankan demi mencegah bahaya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta iritasi mata.
  • Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan setempat mulai mendistribusikan puluhan ribu paket masker medis darurat ke posko-posko desa terdampak.

Hingga Rabu petang, tim reaksi cepat BPBD bersama aparat TNI-Polri dan relawan terus bersiaga di lapangan guna memantau perkembangan visual serta potensi timbulan lahar hujan jika curah hujan tinggi mengguyur area puncak gunung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User