Oct 10, 2026
Nasional

KEK Sanur Wadahi Perajin Lokal Lewat Perayaan Hari Batik

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur kembali memperluas peran sosialnya dengan menghadirkan ruang kolaborasi bagi perajin lokal dalam rangkaian per

KEK Sanur Wadahi Perajin Lokal Lewat Perayaan Hari Batik

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur kembali memperluas peran sosialnya dengan menghadirkan ruang kolaborasi bagi perajin lokal dalam rangkaian perayaan Hari Batik Nasional. Melalui dua unit hotel yang beroperasi di kawasannya, yakni The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, KEK Sanur mempertemukan pengrajin batik, tekstil, dan kerajinan tangan Bali dengan tamu domestik maupun mancanegara yang menginap selama periode perayaan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial yang terus digalakkan KEK Kesehatan Sanur sejak kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus. Selain menyediakan layanan kesehatan dan hospitality kelas dunia, pengelola kawasan menilai bahwa ekonomi kreatif lokal harus ikut berkembang bersama pesatnya pembangunan di kawasan Sanur.

Ruang Kolaborasi Bagi Pengrajin

Ruang kolaborasi yang dibuka selama momen Hari Batik memungkinkan perajin memamerkan sekaligus memasarkan produknya langsung kepada wisatawan. The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel menyediakan area pameran, sudut interaksi, hingga sesi perkenalan produk yang memudahkan tamu mengenal lebih dekat proses pembuatan batik dan kerajinan khas Bali.

Menurut manajemen yang menaungi kawasan tersebut, kehadiran perajin lokal bukan sekadar pelengkap dekorasi, melainkan bagian penting dari pengalaman tamu. Wisatawan modern tidak lagi sekadar mencari tempat menginap, mereka mencari cerita, proses, dan manusia di balik sebuah destinasi. Pendekatan itulah yang mendasari KEK Sanur membuka pintu seluas-luasnya bagi produk lokal.

Kolaborasi dengan perajin lokal merupakan wujud nyata bahwa pembangunan kawasan ekonomi khusus harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar. Hari Batik menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan komitmen tersebut.

Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Dalam agenda tersebut, terdapat sejumlah kegiatan yang dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas perajin, antara lain:

  • Pameran produk kerajinan yang mempertemukan perajin dengan pasar wisatawan berkualitas.
  • Sesi storytelling tentang proses pembuatan batik dan filosofi motif yang diceritakan langsung oleh pengrajinnya.
  • Workshop singkat yang mengajak tamu hotel mencoba proses pencantingan dan pewarnaan kain.
  • Kanal pemasaran digital untuk membantu perajin menjangkau pembeli di luar kawasan Sanur.
  • Peluang kerja sama jangka panjang dengan unit hotel di kawasan KEK untuk penyediaan produk dekorasi dan cendera mata.

Program ini sejalan dengan semangat Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober. Perayaan tersebut bukan hanya soal mengenang warisan budaya, tetapi juga soal menjaga agar mata pencaharian pengrajin tetap hidup di tengah persaingan produk tekstil industri.

Dukungan untuk Masyarakat Sekitar

KEK Kesehatan Sanur sendiri telah lama menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu pilar pembangunannya. Selain sektor pariwisata dan kesehatan, kawasan ini berupaya menciptakan efek berganda bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar kawasan.

Langkah menggandeng The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel dalam momen batik ini diharapkan membuka jaringan distribusi baru bagi perajin. Dengan menghadirkan produk lokal ke dalam ekosistem hospitality premium, kualitas dan nilai jual kerajinan tangan Bali berpotensi meningkat secara bertahap.

Para pengelola kawasan menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini akan terus berlanjut ke berbagai agenda budaya berikutnya, bukan hanya terbatas pada perayaan Hari Batik. Dengan begitu, perajin lokal mendapatkan kepastian pasar dan ruang tampil yang konsisten sepanjang tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User