Sep 21, 2026
Nasional

SELAT SUNDA — Tim SAR Fokuskan Pencarian Laut Lima Jurnalis Hilang

Debur ombak Selat Sunda yang biasanya riuh kini berselimut kecemasan mendalam. Suasana mencekam menyelimuti perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Suma

SELAT SUNDA — Tim SAR Fokuskan Pencarian Laut Lima Jurnalis Hilang

Debur ombak Selat Sunda yang biasanya riuh kini berselimut kecemasan mendalam. Suasana mencekam menyelimuti perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra tersebut setelah rombongan 5 jurnalis dilaporkan hilang kontak sejak Kamis sore. Mereka diketahui sedang melakukan tugas peliputan intensif terkait peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, misi jurnalistik tersebut berubah menjadi drama pencarian berskala besar ketika kapal motor kayu yang mereka tumpangi tak kunjung kembali ke dermaga sesuai jadwal yang ditentukan.

Hingga Jumat pagi, tim gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polairud, serta TNI Angkatan Laut terus menyisir setiap jengkal perairan di sekitar cagar alam vulkanik tersebut. Sayangnya, helikopter pencari yang sempat diterjunkan terpaksa menghentikan operasinya akibat pekatnya kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi hingga ribuan meter ke udara.

Abu Vulkanik Tutup Jalur Udara, Operasi Laut Diperketat

Kondisi geografis dan cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau saat ini tergolong sangat ekstrem. Erupsi susulan yang terus memuntahkan material pijar dan asap tebal membuat jarak pandang penerbangan (visibility) menurun drastis hingga di bawah batas aman. Hal ini memikat risiko tinggi bagi keselamatan armada helikopter SAR yang mencoba melakukan pemantauan visual dari udara.

"Pencarian via udara terpaksa kami tunda sementara waktu karena jarak pandang sangat terbatas dan bahaya material abu vulkanik dapat merusak mesin helikopter. Saat ini, fokus utama kami alihkan sepenuhnya pada penyisiran jalur laut dengan mengerahkan kapal patroli dan kapal penyelamat," tegas Koordinator Humas Tim SAR Gabungan dalam keterangan resminya.

Sebagai gantinya, armada laut dikerahkan secara maksimal. Puluhan personel penyelamat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan kapal patroli Polairud menyisir hingga radius 10 mil laut dari titik koordinat terakhir kapal jurnalis tersebut terdeteksi. Petugas membagi area pencarian menjadi tiga sektor guna mengoptimalkan penyisiran di tengah gelombang tinggi Selat Sunda.

Parameter Operasi Detail Informasi
Jumlah Korban Hilang 5 Orang Jurnalis (Media Nasional & Lokal)
Lokasi Utama Pencarian Sektor Selatan - Barat Daya Gunung Anak Krakatau
Armada Utama Dikerahkan 3 Unit KN SAR, 5 RIB, 2 Kapal Patroli Polairud
Kendala Utama Lapangan Abu Vulkanik Tebal & Gelombang Laut 2–3 Meter

Posko Antemortem Dibuka untuk Identifikasi Korban

Seiring bertambahnya waktu pencarian, Tim Medical Health (Dokkes) Kepolisian Daerah setempat secara resmi telah mendirikan Posko Antemortem di Dermaga Pelabuhan Merak, Banten. Pendirian posko ini bertujuan untuk mengumpulkan data-data medis dan karakteristik fisik para jurnalis yang hilang langsung dari pihak keluarga korban.

Pihak DVI (Disaster Victim Identification) mengimbau keluarga jurnalis yang terlibat untuk segera mendatangi posko guna membawa data pendukung penting. Data yang diperlukan meliputi:

  • Data Medis: Rekam medis gigi, sampel DNA keluarga inti (orang tua atau anak kandung), dan riwayat kesehatan spesifik.
  • Data Fisik: Foto diri terbaru dengan senyum memperlihatkan gigi, rekam jejak tanda lahir, tato, atau bekas luka operasi.
  • Barang Pribadi: Pakaian terakhir yang digunakan korban sebelum berangkat serta barang bawaan khusus yang mudah dikenali.
"Pendirian posko antemortem ini adalah prosedur standar dalam operasi SAR berisiko tinggi. Kami sangat berharap para jurnalis dapat ditemukan dalam keadaan selamat, namun pengumpulan data awal ini sangat krusial untuk mempercepat proses identifikasi jika terjadi skenario terburuk," ungkap Kepala Tim DVI Polda saat memantau persiapan posko.

Ancaman Erupsi Susulan dan Harapan Keselamatan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga). Masyarakat maupun tim penolong diimbau keras untuk tidak mendekati radius 5 kilometer dari kawah aktif. Kendati demikian, semangat tim SAR tidak surut untuk terus menembus barikade ombak dan ancaman bahaya erupsi demi menemukan keberadaan para awak media tersebut.

Keberadaan lima jurnalis tersebut kini menyita perhatian publik nasional dan komunitas pers tanah air. Gelombang dukungan serta doa terus mengalir deras dari berbagai organisasi wartawan. "Kami percaya pada profesionalisme dan ketangguhan para jurnalis di lapangan. Kami terus berdoa agar seluruh tim SAR diberikan kemudahan dan keselamatan untuk segera menemukan rekan-rekan kami," tutur Ketua Aliansi Jurnalis setempat. Hingga berita ini diturunkan, penyisiran intensif di perairan Selat Sunda masih terus berlangsung tanpa henti.

Tim SAR memfokuskan operasi penyisiran di jalur laut setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menghambat pencarian udara. Posko Antemortem kini resmi dibuka di Pelabuhan Merak untuk mengumpulkan data keluarga. Baca ulasan lengkapnya di Beritatercepat.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User