Gempa 5,1 Guncang Sangihe, Warga Panik, BMKG Pastikan Tanpa Tsunami

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mendadak mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Sabtu siang (12/7/2026), memicu kepanikan massal meski tak berpotensi tsunami.Detail KejadianBadan Meteorol...

Jul 12, 2026 - 02:56
0 0
Gempa 5,1 Guncang Sangihe, Warga Panik, BMKG Pastikan Tanpa Tsunami

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mendadak mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Sabtu siang (12/7/2026), memicu kepanikan massal meski tak berpotensi tsunami.

Detail Kejadian

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan guncangan terjadi pukul 13.42 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 120 kilometer barat daya Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 15 kilometer.

  • Magnitudo: 5,1
  • Lokasi: 3,87 LU - 125,48 BT
  • Waktu: 12 Juli 2026, 13:42 WITA
  • Kedalaman: 15 km
  • Status: Tidak berpotensi tsunami

Dampak dan Respons Warga

Guncangan dirasakan kuat selama 5-7 detik di Tahuna, Enemawira, dan pulau-pulau sekitar. Saksi mata di Tahuna melaporkan warga berlarian keluar rumah dan gedung pemerintahan. Beberapa bangunan retak ringan, namun tidak ada korban jiwa. Alat komunikasi sempat terputus sesaat.

Kepala Pelaksana BPBD Sangihe membenarkan bahwa listrik padam di sebagian wilayah selama 15 menit. Tim reaksi cepat langsung dikerahkan untuk menilai kerusakan dan memberi bantuan medis bila diperlukan.

Pernyataan Resmi BMKG

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menegaskan bahwa gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar naik. 'Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak termakan isu tsunami, dan terus memantau informasi resmi,' ujarnya melalui rilis pers.

Langkah Antisipasi Lanjutan

BMKG mencatat dua gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil (M3,2 dan M2,9) hingga pukul 15.00 WITA. Masyarakat di pesisir diminta menjauhi pantai jika terjadi gempa kuat berikutnya. Pemerintah daerah membuka posko darurat di tiga titik. Bangunan sekolah dan puskesmas dialihfungsikan sementara untuk evakuasi mandiri.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas warga berangsur kembali normal. Tim gabungan TNI, Polri, dan relawan bersiaga di lokasi terdampak. Pemprov Sulut telah menyiagakan logistik cadangan untuk antisipasi keadaan darurat lanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User