Febrie Adriansyah Klarifikasi Isu Rumah Sentul dan Bisnis Cipete
JAKARTA — BREAKING NEWS. Jampidsus Febrie Adriansyah akhirnya buka suara. Dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026), ia tegas membantah isu rumah mewah di Sentul dan ...
JAKARTA — BREAKING NEWS. Jampidsus Febrie Adriansyah akhirnya buka suara. Dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026), ia tegas membantah isu rumah mewah di Sentul dan bisnis di Cipete yang ramai diperbincangkan. “Itu semua tidak benar,” tegasnya.
“Saya tidak memiliki rumah di Sentul. Bisnis yang dituduhkan juga tidak ada,” ujar Febrie dengan nada tegas di hadapan puluhan wartawan. Ia menuding rumor ini sengaja dihembuskan untuk merusak reputasinya.
Pernyataan ini menjawab spekulasi liar yang beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan. Isu tersebut mencuat sepekan terakhir, menyeret nama Jampidsus dalam pusaran dugaan gratifikasi dan konflik kepentingan. Makin panas karena Febrie sedang memimpin penyidikan sejumlah kasus korupsi besar, termasuk dugaan suap di BUMN dan mafia minyak goreng.
Kronologi Tuduhan
Isu bermula dari unggahan anonim yang menyebut Febrie memiliki aset tak wajar. Disebutkan rumah seluas 1.200 meter persegi di Sentul City dan bisnis kuliner di Cipete, Jakarta Selatan. Tuduhan ini langsung viral dan memicu desakan publik agar Kejagung mengusut internal. Beberapa akun media sosial bahkan menyandingkan foto rumah dan kafe dengan foto Febrie.
Febrie mengaku sudah mendengar rumor itu sejak awal. Namun ia memilih diam sambil mengumpulkan bukti. “Saya tidak mau berdebat di media sosial. Saya pilih jalur resmi,” katanya. Ia mengklaim semua tuduhan mudah dipatahkan dengan data.
Klarifikasi Detil
Dalam jumpa pers, Febrie membeberkan fakta-fakta:
- Rumah di Sentul: Bukan miliknya. Itu rumah orang tua rekan satu angkatan di SMA. Ia hanya pernah berkunjung dua kali pada 2019.
- Bisnis Cipete: Tidak ada bisnis atas namanya. Yang beredar foto kafe adalah tempat makan milik sepupunya yang sudah berjalan sejak 2015.
- Laporan Harta Kekayaan: Seluruh aset sudah dilaporkan dalam LHKPN, dapat dicek publik.
“Saya minta masyarakat cek langsung LHKPN saya. Semua tercatat, tidak ada yang disembunyikan,” ujarnya sambil menunjukkan salinan laporan. Febrie juga memperlihatkan dokumen kepemilikan rumah di Sentul yang terbukti atas nama orang lain.
Langkah Hukum
Febrie menegaskan akan menempuh jalur hukum. Pihaknya sedang mengidentifikasi akun-akun penyebar fitnah. “Ini pencemaran nama baik. Saya tidak akan tinggal diam.”
Ia juga meminta Kejaksaan Agung untuk membentuk tim khusus investigasi internal. Menurutnya, isu ini bisa jadi upaya melemahkan kinerja Jampidsus yang sedang menangani beberapa kasus besar. “Ini serangan balik. Mereka tidak suka kami usut tuntas korupsi big fish,” tambahnya.
Tim pengacara Febrie sudah menyiapkan somasi dan laporan polisi terhadap sejumlah akun. “Kami punya bukti digital lengkap,” kata kuasa hukum Febrie, Hermanto, yang mendampingi jumpa pers.
Reaksi Publik
Beberapa pegiat antikorupsi menyambut baik keterbukaan ini. Namun ada juga yang skeptis dan meminta pembuktian lebih kuat. “Klarifikasi satu arah belum cukup. Harus ada audit independen,” kata Koordinator LSM Transparansi, Dian Pratiwi, saat dihubungi terpisah.
Sementara itu, Kejaksaan Agung menyatakan akan mendalami isu ini secara objektif. “Kami pastikan tidak ada impunitas di institusi ini,” ujar Kapuspenkum Kejagung dalam keterangan tertulis.
Komitmen Pemberantasan Korupsi
Febrie menegaskan, rumor ini tidak akan menyurutkan langkahnya. “Ini justru bahan bakar. Saya semakin bertekad menuntaskan kasus-kasus besar yang sudah di depan mata,” ujarnya. Jampidsus saat ini menangani sedikitnya lima kasus mega korupsi dengan potensi kerugian negara triliunan rupiah.
Publik kini menanti hasil investigasi dan langkah hukum dari Jampidsus. Yang jelas, Febrie Adriansyah berjanji akan melawan balik semua tuduhan yang dinilai mengada-ada. “Saya tidak akan mundur,” pungkasnya.
Baca juga:
Comments (0)