Dodhy Siapkan "Perahu" Baru, Perkenalkan Setengah 12 sebagai Antisipasi Vakum Kangen Band
Jakarta - Dunia musik Tanah Air kembali diramaikan dengan manuver kreatif dari salah satu pencipta lagu andal. Gitaris dan otak di balik hits legendaris Kangen Band, Dodhy, resmi memperkenalkan proye
Jakarta - Dunia musik Tanah Air kembali diramaikan dengan manuver kreatif dari salah satu pencipta lagu andal. Gitaris dan otak di balik hits legendaris Kangen Band, Dodhy, resmi memperkenalkan proyek musik anyar yang ia beri nama Setengah 12. Kehadiran unit baru ini sontak mencuri perhatian, mengingat band utamanya, Kangen Band, hingga kini masih aktif berkarya dan eksis di industri hiburan.
Kendati demikian, Dodhy menegaskan bahwa lahirnya Setengah 12 bukanlah bentuk pengkhianatan ataupun sinyal perpecahan dari band yang telah membesarkan namanya itu. Dalam keterangan resmi yang diterima media kami pada Selasa (7/7/2026), ia justru menyebut proyek ini sebagai bentuk antisipasi matang dan strategi bertahan seorang musisi yang tak ingin kehilangan panggung kreativitasnya.
"Saya tetap mencintai Kangen Band dan berharap band ini terus berjalan. Tapi sebagai musisi saya juga harus menyiapkan skoci. Kalau suatu saat ada keadaan yang membuat band vakum, saya tetap punya wadah untuk terus berkarya dan menciptakan lagu," ujar Dodhy.
Belajar dari Sejarah, Bukan Mencari Pelarian
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dodhy berkaca pada sejarah panjang Kangen Band yang beberapa tahun lalu sempat mengalami masa mati suri. Vakumnya band yang identik dengan lagu-lagu melankolis tersebut rupanya menyisakan trauma artistik tersendiri. Ia sadar betul bahwa ketidakpastian dalam sebuah grup musik bisa datang kapan saja, dan dirinya tidak ingin kehilangan momentum dalam bermusik.
"Pengalaman Kangen Band vakum beberapa tahun lalu menjadikannya pelajaran berarti. Saya gak mau kehilangan momentum dalam bermusik apabila situasi serupa terjadi," jelas Dodhy dalam laporannya kepada awak media.
Keputusan membentuk Setengah 12 lahir dari keinginan kuat untuk terus produktif menulis lagu. Bagi Dodhy, musik adalah nafas yang tidak boleh berhenti hanya karena sebuah bendera band tengah beristirahat. Proyek ini disiapkan sebagai wadah cadangan; sebuah "rumah" kedua yang memastikan ide-ide segarnya tetap memiliki kanal distribusi ke telinga para penggemar.
Hingga berita ini diturunkan, Andika dan rekan-rekannya di Kangen Band masih menjalankan tanggung jawab manggung mereka. Kehadiran Setengah 12 juga memancing rasa penasaran tinggi mengenai perbedaan karakter musik yang bakal diusung. Akankah Dodhy tetap setia pada formula pop melankolis, atau justru mengeksplorasi warna cadas yang lebih eksperimental? Publik tentu menanti gebrakan pertama dari unit musik yang digadang-gadang menjadi "pelabuhan alternatif" bagi sang maestro asal Lampung ini.
Comments (0)