CIPUTAT, Tangerang Selatan — Gedung Baru Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Diresmikan, Tampung 3.000 Mahasiswa

CIPUTAT, Beritatercepat — Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengawali semester ini dengan lompatan besar. Gedung anyar berlantai emp

Jul 08, 2026 - 03:20
0 0
CIPUTAT, Tangerang Selatan — Gedung Baru Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Diresmikan, Tampung 3.000 Mahasiswa
CIPUTAT, Beritatercepat — Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengawali semester ini dengan lompatan besar. Gedung anyar berlantai empat di jantung Kampus 1 Ciputat resmi beroperasi penuh, siap menampung 3.000 mahasiswa dan menjadi pusat kegiatan akademik yang menggabungkan tradisi keilmuan Islam dengan teknologi digital terkini. Peresmian dilakukan langsung oleh Rektor UIN Jakarta dalam seremoni terbatas yang disaksikan sivitas akademika.

Spesifikasi dan Fasilitas Andalan

Bukan sekadar gedung lama yang diremajakan. Bangunan seluas 12.500 meter persegi ini mengusung konsep green building dengan sertifikasi efisiensi energi. Setiap lantai didesain untuk mendukung metode pembelajaran hybrid.

  • Ruang Kelas Interaktif: 18 ruang kelas dengan smartboard, kamera 360°, dan sistem audio otomatis untuk perekaman kuliah.
  • Laboratorium Riset Digital: Lab filologi digital dan lab naskah kuno dilengkapi pemindai manuskrip resolusi tinggi.
  • Auditorium Serbaguna: Kapasitas 500 orang dengan layar LED 8K, siap untuk konferensi internasional.
  • Co-Working Space Muslim Milenial: Area diskusi terbuka dengan podkast mini studio dan pojok baca Al-Qur'an digital.
  • Aksesibilitas Ramah Disabilitas: Lift khusus, ramp, toilet difabel, dan pemandu lantai taktil di seluruh titik.
  • Hunian Dosen Tamu: Empat unit studio lengkap di lantai paling atas untuk profesor tamu dan peneliti luar negeri.

Rektor: "Ini Jawaban Atas Kritik Disrupsi Digital"

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A. menegaskan bahwa gedung ini bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi simbol transformasi. Ia menekankan pentingnya membumikan ilmu-ilmu keislaman di era kecerdasan buatan.

"Fakultas Ushuluddin jangan hanya pandai membaca kitab kuning, tetapi juga piawai membaca big data. Gedung ini kami rancang dengan dua napas: kesarjanaan klasik dan kecakapan digital. Mahasiswa harus siap menjadi pemimpin opini di ruang metaverse tanpa kehilangan sanad keilmuan."

Senada, Dekan FU UIN Jakarta, Dr. Hasani Ahmad Said, M.A., menjelaskan bahwa dosen-dosen telah menjalani pelatihan intensif sistem manajemen pembelajaran berbasis AI. "Perkuliahan tatap muka tetap utama, tetapi semua materi kini bisa diakses secara daring dengan algoritma personalisasi. Ini penting untuk mengakomodasi mahasiswa yang juga santri kalong," jelasnya.

Proyek strategis ini menelan total biaya Rp87 miliar yang berasal dari alokasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan dana pendamping kampus. Proses konstruksi berjalan 14 bulan di lahan eks tempat parkir yang kini telah berubah wajah total.

Jantung Riset Agama dan Perdamaian Global

Gedung ini sekaligus menjadi markas Pusat Studi Agama dan Perdamaian (PSAP) serta Sekretariat Jurnal Ilmu Ushuluddin yang sudah terakreditasi SINTA 2. Civitas akademika berharap kehadiran fasilitas baru ini dapat mendongkrak jumlah sitasi ilmiah sekaligus mengundang lebih banyak mahasiswa asing dari Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Jam operasional gedung dimulai pukul 06.30 WIB untuk menyambut mahasiswa yang ingin mengaji subuh berjamaah di musala bawah. Perpustakaan kecil yang menyatu dengan gedung menyediakan koleksi 2.000 manuskrip digital langka, seperti naskah tafsir abad ke-17 dan risalah tasawuf Nusantara.

Dengan rampungnya proyek ini, UIN Jakarta menyisakan dua gedung fakultas lain yang masih dalam antrean rehabilitasi, yakni Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User