PALEMBANG — Ratusan umat Islam BARU SAJA menggelar Salat Istisqa di halaman Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10), memohon hujan turun di tengah kabut asap yang menyelimuti kota.
Salat memohon hujan ini dikonfirmasi berlangsung usai salat Ashar. Lokasi dipilih di halaman kantor gubernur karena menjadi titik pusat pemerintahan provinsi.
Kabut asap dilaporkan makin pekat dalam beberapa hari terakhir. Kualitas udara dikonfirmasi memburuk. Warga siaga masker. Sekolah dan aktivitas luar ruang dibatasi.
Fakta Kunci di Lapangan
- Salat Istisqa digelar di halaman Griya Agung Palembang
- Diikuti ratusan jemaah dari berbagai masjid dan komunitas
- Digelar Kamis (8/10) usai salat Ashar
- Kabut asap masih menyelimuti kota saat salat berlangsung
- Jemaah membawa sajadah sendiri dan masker
- Imam memimpin doa memohon hujan dan udara bersih
Saksi mata menyebut jemaah datang sejak sore. Mereka mengenakan masker. Sebagian membawa anak. Evakuasi tidak dilakukan karena kegiatan berlangsung tertib.
"Kami memohon hujan turun. Asap sudah sangat mengganggu," kata seorang jemaah kepada awak media di lokasi.
Kabut Asap Bekap Palembang
Kabut asap dilaporkan menyelimuti Palembang dalam beberapa pekan. Jarak pandang dikonfirmasi menurun. Bau terbakar tercium hingga permukiman.
Warga mengeluh sesak napas. Puskesmas dan rumah sakit menerima pasien ISPA. Anak dan lansia paling rentan terdampak.
Pemerintah daerah dikonfirmasi menyiapkan air bersih dan masker. Posko darurat siaga. Distribusi masker ke sekolah dan pasar terus dilakukan.
BPBD setempat dilaporkan memantau titik panas. Pemadaman lahan terus diupayakan. Helikopter water bombing dikerahkan ke sejumlah lokasi.
Salat Istisqa, Ikhtiar Spiritual
Salat Istisqa adalah salat sunah memohon hujan. Dilakukan saat kemarau panjang atau bencana kekeringan. Umat berkumpul di lapangan terbuka.
Dalam pelaksanaannya, imam membalik selendang atau mantel. Ini simbol harapan perubahan keadaan. Doa dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati.
Jemaah juga diminta bertobat dan memperbanyak istigfar. Tradisi ini dikonfirmasi telah lama dilakukan masyarakat Sumatera Selatan saat asap atau kemarau ekstrem melanda.
"Ini ikhtiar batin. Kami juga terus berupaya teknis di lapangan," ujar seorang tokoh masjid setempat.
Update Kondisi Terkini
Pantauan MENIT LALU menunjukkan kabut asap masih menyelimuti kawasan Griya Agung. Langit tampak kuning kecokelatan. Matahari sulit terlihat jelas.
Jemaah membubarkan diri usai doa penutup. Mereka berharap hujan turun dalam waktu dekat. Beberapa warga mengaku akan kembali salat Istisqa jika asap belum reda.
BREAKING: sejumlah sekolah dikonfirmasi meliburkan siswa. Belajar dialihkan ke rumah. Ini langkah darurat melindungi kesehatan anak.
Warga diminta mengurangi aktivitas luar ruang. Gunakan masker N95 atau masker kain berlapis. Perbanyak minum air putih. Segera ke fasilitas kesehatan bila sesak.
Perkembangan selanjutnya masih menunggu. Tim gabungan terus berjaga. Beritatercepat akan melaporkan UPDATE terbaru begitu informasi masuk. Tetap siaga dan pantau kanal resmi.
Comments (0)