Oct 15, 2026
breaking

BREAKING: Tito Karnavian Lantik Pejabat Kemendagri, Tekankan Loyalitas dan Integritas

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian BARU SAJA melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah upacara resmi yang berlangsung di Jakarta, Senin (hari ini)...

BREAKING: Tito Karnavian Lantik Pejabat Kemendagri, Tekankan Loyalitas dan Integritas

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian BARU SAJA melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah upacara resmi yang berlangsung di Jakarta, Senin (hari ini).

Dalam sambutannya, Tito menegaskan tiga pilar utama yang wajib dipegang setiap pejabat yang baru dilantik: loyalitas, integritas, dan kompetensi. Ketiganya disebut sebagai fondasi mutlak untuk menjalankan tugas pengawasan pemerintahan daerah.

Pesan Keras untuk Pejabat Baru

Tito menekankan bahwa posisi di Kemendagri bukan sekadar jabatan administratif. Menurutnya, pejabat Kemendagri berperan langsung dalam memastikan tata kelola pemerintahan daerah berjalan bersih dan akuntabel.

  • Loyalitas — diarahkan pada konstitusi dan negara, bukan pada kepentingan pribadi maupun kelompok.
  • Integritas — menjadi benteng utama dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  • Kompetensi — kemampuan teknis yang harus terus diasah agar pengawasan daerah berjalan efektif.

"Loyalitas tanpa integritas itu berbahaya. Integritas tanpa kompetensi juga tidak cukup," tegas Tito di hadapan pejabat yang baru dilantik, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Ia juga mengingatkan bahwa Kemendagri memiliki mandat besar dalam mengawasi jalannya otonomi daerah. Setiap kebijakan yang keluar dari kementerian ini berdampak langsung pada jutaan warga di daerah.

Fokus Pengawasan Pemerintahan Daerah

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan struktur organisasi Kemendagri. Tito menyebut pengawasan pemerintahan daerah sebagai salah satu prioritas utama pada periode kepemimpinannya.

Beberapa isu krusial yang menjadi perhatian, antara lain:

  • Pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
  • Pencegahan maladministrasi di tingkat kabupaten dan kota.
  • Percepatan pelayanan publik yang berpihak pada masyarakat.
  • Penguatan pengawasan internal terhadap aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Tito, pejabat yang baru dilantik harus mampu menerjemahkan arahan pusat menjadi langkah nyata di lapangan. Ia tidak ingin pengawasan hanya berhenti pada laporan tertulis.

"Ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena pengawasan kita lemah," ujarnya.

Respons dan Harapan

Sejumlah pejabat yang dilantik menyatakan komitmen untuk menjalankan amanah sesuai arahan Mendagri. Mereka mengaku siap bekerja cepat dan profesional.

Pengamat pemerintahan menilai pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kemendagri ingin memperketat pengawasan terhadap daerah. Terlebih menjelang tahapan Pilkada yang membutuhkan netralitas aparatur.

Salah satu poin yang disorot adalah pesan loyalitas. Dalam konteks pemerintahan, loyalitas dimaknai sebagai kesetiaan pada tugas dan aturan, bukan pada figur tertentu.

  • Pelantikan digelar tertutup untuk media, hanya sebagian keterangan yang dirilis resmi.
  • Sejumlah nama pejabat yang dilantik belum seluruhnya dipublikasikan.
  • Kemendagri memastikan proses pelantikan sesuai prosedur dan regulasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal jumlah pasti pejabat yang dilantik. Perkembangan lebih lanjut masih menunggu konfirmasi dari pihak kementerian.

Yang jelas, pesan Tito keras: loyalitas, integritas, dan kompetensi bukan sekadar slogan. Ketiganya menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang duduk di kursi Kemendagri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User