JAKARTA — Nasib Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka BARU SAJA masuk babak baru. Mahkamah Konstitusi memutuskan tidak mendiskualifikasi Gibran meski tanpa ijazah setara SMA. Kini bola panas berpindah ke DPR, tepatnya ke tangan para ketua umum partai politik.
Keputusan MK itu dikonfirmasi langsung dalam sidang yang digelar menit lalu. Hakim menolak seluruh permohonan yang mempersoalkan keabsahan pendidikan Gibran. Namun, MK menegaskan tindak lanjut politik sepenuhnya menjadi kewenangan DPR.
Fakta Kunci Putusan MK
- MK tidak mendiskualifikasi Gibran dari jabatan Wakil Presiden.
- Dalil soal ijazah setara SMA dinilai bukan ranah MK.
- Tindak lanjut diserahkan ke DPR dan partai politik.
- Putusan dibacakan menit lalu, tanpa dissenting opinion terbuka.
“MK hanya menguji konstitusionalitas. Soal politik, itu wilayah DPR,” ujar sumber yang dikonfirmasi di lingkungan Mahkamah.
Siapa yang Menentukan?
Perhatian kini mengarah ke ketua umum partai politik di DPR. Mereka memegang kunci apakah akan membuka rapat khusus atau tidak. Sejumlah saksi mata di gedung parlemen menyebut lobi-lobi intensif sudah berlangsung sejak pagi.
- Ketua umum parpol menjadi penentu arah koalisi.
- Rapat konsultasi darurat dilaporkan tengah disiapkan.
- DPR bisa memanggil Gibran untuk klarifikasi.
- Opsi angket disebut mulai bergulir di koridor Senayan.
UPDATE terbaru: beberapa fraksi menolak berspekulasi. Namun, tekanan publik terus menguat. Evakuasi politik dari isu ini dinilai sulit dilakukan dalam waktu dekat.
Respons Cepat Istana
Istana menyatakan menghormati putusan MK. Juru bicara kepresidenan menegaskan Gibran tetap menjalankan tugas seperti biasa. “Tidak ada perubahan agenda. Wakil Presiden fokus bekerja,” ujar pejabat Istana.
Meski begitu, sejumlah pengamat menilai posisi Gibran masih rentan. Sebab, legitimasi politiknya bergantung pada dukungan ketua umum parpol. Jika koalisi pecah, situasi bisa berubah darurat.
Perkembangan Selanjutnya
DPR dijadwalkan menggelar rapat internal dalam 1x24 jam. Agenda utamanya membahas tindak lanjut putusan MK. Konfirmasi resmi belum dikeluarkan, tetapi sejumlah anggota dewan menyebut opsi rapat terbuka sedang dikaji.
- Rapat internal DPR dalam 1x24 jam.
- Ketua umum parpol dikabarkan bertemu tertutup malam ini.
- Publik menunggu sikap resmi koalisi.
- Gibran belum memberikan pernyataan langsung.
Breaking news ini masih berkembang. Tim Beritatercepat terus memantau pergerakan di Senayan dan Istana. Begitu ada konfirmasi baru, kami akan memperbarui laporan ini. Pantau terus detik ini juga.
Comments (0)