BARU SAJA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proyek Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ditargetkan mulai beroperasi Februari 2027. Ia yakin embung ini mampu menahan air hingga 8 persen dan mengurangi banjir di kawasan selatan ibu kota.
KONFIRMASI itu disampaikan langsung Pramono saat meninjau lokasi proyek. Ia menyebut pembangunan embung menjadi salah satu prioritas penanganan banjir Jakarta.
Fakta Kunci yang Dilaporkan
- Target operasional: Februari 2027
- Lokasi: Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
- Kapasitas klaim: menahan air hingga 8 persen
- Fungsi utama: pengendalian banjir kawasan selatan
- Status: masih dalam tahap pembangunan
"Embung ini kami targetkan tuntas dan beroperasi pada Februari 2027," ujar Pramono di lokasi, Selasa. Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan awak media yang meliput peninjauan proyek.
Menurut Pramono, keberadaan embung akan memperkuat sistem retensi air di wilayah hulu Jakarta Selatan. Kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya selama ini menjadi langganan genangan saat hujan deras turun.
Harapan Warga dan Saksi Mata
Saksi mata di sekitar lokasi menyebut pekerjaan konstruksi masih berlangsung. Alat berat dilaporkan bersiaga di area proyek. Warga berharap embung segera rampung sebelum musim hujan puncak.
"Kalau hujan lebat, air cepat naik. Kami berharap embung ini benar-benar berfungsi," kata seorang warga yang enggan disebut namanya.
UPDATE ini menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya proyek sempat menjadi sorotan publik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen percepatan penyelesaian.
Dampak yang Diharapkan
- Mengurangi volume air yang mengalir ke permukiman
- Menambah kapasitas retensi kawasan Pasar Minggu
- Menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu
- Menjadi buffer saat curah hujan tinggi
Pramono menekankan target 2027 harus tercapai. Ia meminta jajaran terkait mengawal proyek agar tidak mundur dari jadwal.
BREAKING sebelumnya, sejumlah titik di Jakarta Selatan dilaporkan tergenang saat hujan intensitas tinggi. Kehadiran embung dinilai bisa menjadi solusi jangka menengah.
Namun, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa kapasitas 8 persen perlu diuji saat hujan ekstrem. Mereka menilai embung bukan solusi tunggal.
Pemerintah diminta tetap memperbaiki drainase dan normalisasi sungai. Kombinasi kebijakan dinilai lebih efektif menekan risiko banjir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal total anggaran proyek. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau.
Comments (0)