Oct 14, 2026
breaking

Ulama Tolak Kejuaraan Domino, Turnamen Hari Jadi Tasikmalaya Resmi Ditunda

BARU SAJA — Kejuaraan Domino Olahraga Indonesia (ORADO) Piala Wali Kota Tasikmalaya yang dijadwalkan akhir bulan ini resmi ditunda setelah gelombang penolakan dari kalangan ulama. Konfirmasi penunda...

Ulama Tolak Kejuaraan Domino, Turnamen Hari Jadi Tasikmalaya Resmi Ditunda

BARU SAJA — Kejuaraan Domino Olahraga Indonesia (ORADO) Piala Wali Kota Tasikmalaya yang dijadwalkan akhir bulan ini resmi ditunda setelah gelombang penolakan dari kalangan ulama. Konfirmasi penundaan disampaikan pihak penyelenggara pada Senin (7/4/2025), menandai berakhirnya polemik yang memanas dalam beberapa hari terakhir.

Turnamen yang semula menjadi bagian rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya itu batal digelar sesuai jadwal. Keputusan diambil setelah tekanan publik dan tokoh agama dinilai tidak bisa diabaikan.

Kronologi Penolakan

  • Rencana kejuaraan tingkat kecamatan atau Kejurcab ORADO diumumkan pekan lalu.
  • Ulama setempat menyatakan domino bertentangan dengan nilai syariat.
  • Seruan penolakan menyebar cepat di grup percakapan warga dan media sosial.
  • Penyelenggara menggelar rapat darurat bersama pemangku kepentingan.
  • Penundaan diputuskan agar tidak memicu gesekan sosial.

Menurut sejumlah saksi mata, suasana di sekitar venue sempat ramai oleh warga yang menunggu kejelasan status acara. Sejumlah peserta dari luar kota dilaporkan sudah melakukan persiapan, termasuk akomodasi dan transportasi.

Alasan Penundaan

Pihak penyelenggara menyebut penundaan bersifat sementara. Alasan utama adalah menjaga kondusifitas kota selama momentum Hari Jadi. "Kami menghormati aspirasi ulama dan masyarakat. Keselamatan sosial lebih penting," ujar seorang panitia yang dikonfirmasi.

ORADO sendiri merupakan induk olahraga domino yang menaungi sejumlah daerah. Kejuaraan ini sebelumnya rutin digelar di berbagai kota dengan format kompetisi resmi. Namun khusus Tasikmalaya, sensitivitas budaya dan agama menjadi pertimbangan khusus.

Respons Publik

  • Sebagian warga mendukung penundaan demi kerukunan.
  • Kelompok peserta menyayangkan batalnya ajang yang sudah dipersiapkan.
  • Tokoh muda menyarankan dialog terbuka sebelum jadwal baru ditetapkan.
  • Aparat keamanan disiagakan mengantisipasi potensi kerumunan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggal pengganti. Panitia memastikan koordinasi lanjutan dengan pemerintah kota dan majelis ulama akan dilakukan pekan ini.

UPDATE — Sejumlah sumber menyebut opsi relokasi venue ke luar kota tengah dikaji. Namun belum ada keputusan resmi. Warga diminta menunggu pengumuman resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi.

Perkembangan terbaru akan terus dipantau. Ikuti terus Beritatercepat untuk konfirmasi selanjutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User