BREAKING: Ari Dwipayana Terima Prajaniti Dharmaraha Award 2026
JAKARTA, 15 MARET 2026 — BARU SAJA: Sebuah kehormatan tingkat nasional resmi disematkan kepada tokoh budaya dan akademisi asal Bali. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana menerima langsung Prajaniti D...
JAKARTA, 15 MARET 2026 — BARU SAJA: Sebuah kehormatan tingkat nasional resmi disematkan kepada tokoh budaya dan akademisi asal Bali. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana menerima langsung Prajaniti Dharmaraha Award 2026 di Gedung Kesenian Jakarta, menandai puncak dedikasi puluhan tahun di ranah pelestarian tradisi dan transformasi pendidikan.
KONFIRMASI RESMI DARI PANITIA
UPDATE: Panitia seleksi mengonfirmasi bahwa Ari Dwipayana terpilih dari 47 kandidat. Proses penjurian berlangsung ketat sejak Januari 2026. Nama penerima diumumkan secara tertutup pada 10 Maret, dan malam ini trofi emas murni serta piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan.
Saksi mata melaporkan tepuk tangan bergemuruh saat nama Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud itu disebut. Hadirin dari kalangan akademisi, seniman, dan pejabat daerah tampak memberikan standing ovation selama dua menit penuh.
SIAPA PENERIMA?
Ari Dwipayana bukan sosok asing. Ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, pengelola pusat kebudayaan tertua di Gianyar. Secara paralel, ia aktif sebagai dosen tetap di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Perpaduan peran itu melahirkan model pelestarian budaya berbasis riset yang kini direplikasi di 12 provinsi.
“Kami menilai komitmen beliau melampaui batas simbolik. Beliau membikin ekosistem pengetahuan tradisi yang hidup dan berkelanjutan,” ujar Ketua Dewan Juri dalam sambutannya.
FAKTA KUNCI
- Penghargaan diserahkan di Jakarta, Sabtu malam pukul 19.30 WIB
- Ari Dwipayana merupakan penerima pertama dari Bali sejak award digelar 2018
- Yayasan Puri Kauhan Ubud di bawah kepemimpinannya telah mendigitalisasi 3.000 lontar kuno
- Kampus UGM menyatakan bangga dan akan menggelar syukuran terbatas
APA ITU PRAJANITI DHARMARAHA AWARD?
Penghargaan ini diberikan setiap dua tahun kepada individu yang menyatukan dharma (kewajiban) dan niti (kebijaksanaan) dalam kerja kebudayaan. Aspek yang dinilai: dampak nyata di komunitas, inovasi pelestarian, dan integritas akademik.
Evakuasi konsep lama yang hanya mengagungkan artefak diganti dengan pendekatan hidup: Ari membuktikan bahwa tradisi bisa berdialektika dengan sains data dan kurikulum modern. Itulah alasan utama ia unggul mutlak di babak final.
RESPONS CEPAT DARI BALI
Informasi ini menyebar kilat di media sosial. Akun resmi Pemkab Gianyar mengunggah ucapan selamat dalam 12 menit setelah seremoni. Siaga budaya langsung ditingkatkan untuk menyambut kepulangan sang tokoh. Rencana arak-arakan terbatas sudah disusun oleh warga Ubud, namun masih menunggu konfirmasi keamanan.
Perkembangan ini sekaligus menjadi penawar di tengah maraknya degradasi situs budaya. Dedikasi Ari memperlihatkan bahwa penghargaan bukan akhir, melainkan amunisi untuk kerja lebih besar ke depan.
Sampai berita ini diturunkan, tim kami masih menunggu pernyataan eksklusif dari Ari Dwipayana. Menit lalu, ajudan beliau mengisyaratkan jumpa pers akan digelar di Ubud pada Selasa pagi. Pantau terus Beritatercepat untuk UPDATE selanjutnya.
Baca juga:
Comments (0)