Bibit Siklon 97W Picu Hujan Lebat, BMKG Terbitkan Peringatan Dini

Peringatan DiniBMKG baru saja merilis peringatan terkait Bibit Siklon Tropis 97W yang terpantau aktif di Samudra Pasifik. Sistem ini diprediksi memicu cuaca buruk berupa hujan lebat, angin kencang, da...

Jul 12, 2026 - 06:10
0 0

Peringatan Dini

BMKG baru saja merilis peringatan terkait Bibit Siklon Tropis 97W yang terpantau aktif di Samudra Pasifik. Sistem ini diprediksi memicu cuaca buruk berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 12 Juli 2026.

Posisi dan Pergerakan

Berdasarkan data satelit terbaru, Bibit Siklon 97W berada di sekitar Pasifik timur Filipina, bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot. Meskipun belum menjadi siklon tropis, sistem ini menarik massa udara basah yang berpotensi membentuk awan hujan lebat di Indonesia bagian timur dan tengah.

Wilayah Terdampak Hujan Lebat

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di beberapa provinsi. Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat menjadi wilayah yang paling berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Selain itu, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur juga diimbau waspada terhadap peningkatan curah hujan. Kondisi ini diperburuk oleh aktivitas monsun dan gelombang atmosfer yang turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif.

Gelombang Tinggi

Di sektor kelautan, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan Laut Maluku, Laut Halmahera, Samudra Pasifik utara Papua, serta perairan sekitar Kepulauan Sangihe dan Talaud. Nelayan tradisional dan kapal kecil diimbau untuk tidak melaut selama periode ini guna menghindari kecelakaan laut.

Dampak di Wilayah Lain

Meski jarak bibit siklon cukup jauh, aliran udara dari sistem ini meningkatkan kelembapan di Indonesia bagian barat. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari. Begitu pula di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian selatan. Sementara itu, Bali, NTB, dan NTT berpotensi hujan lebat singkat akibat pertemuan angin.

Update Terkini

BMKG melalui Pusat Meteorologi Publik menyatakan pemantauan dilakukan setiap 3 jam untuk mendeteksi perubahan intensitas dan lintasan bibit siklon. Masyarakat diharapkan memantau informasi resmi melalui kanal BMKG dan tidak terpancing isu tidak bertanggung jawab.

Imbauan BMKG

BMKG mengeluarkan imbauan siaga bagi masyarakat di daerah rawan bencana hidrometeorologi. Warga diminta mewaspadai potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Pemerintah daerah disarankan segera mengaktifkan posko darurat dan menyiagakan personel penanggulangan bencana. Pemantauan bibit siklon akan terus dilakukan selama 24 jam untuk memastikan perkembangan terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User