6 Fakta Mengejutkan tentang Laode M Syarif, Akademisi yang Jadi Komisioner KPK

Enam fakta mengejutkan tentang Laode M Syarif, Wakil Ketua KPK 2015-2019, yang membawa isu lingkungan ke dalam agenda pemberantasan korupsi nasional.

Jul 11, 2026 - 08:50
Updated: 1 day ago
0 0
Laode M Syarif - Berita Tercepat

Laode M Syarif bukanlah tipikal pimpinan KPK yang suka tampil di media. Gayanya yang kalem dan akademis membuatnya kurang terekspos dibanding pimpinan KPK lain. Namun di balik sosoknya yang tenang, ada banyak fakta menarik yang jarang diketahui publik. Berikut enam di antaranya. Sebelum menjadi akademisi dan penegak hukum, Laode kecil adalah guru ngaji di kampungnya di Bau-Bau. Setiap sore, ia mengajar anak-anak membaca Al-Quran di surau dekat rumahnya. Pengalaman ini menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas yang menjadi fondasi karakternya hingga kini. Laode sering mengatakan bahwa prinsip "amar makruf nahi mungkar" adalah dasar dari pemberantasan korupsi.

\n\n

Saat kuliah di Unhas, Laode adalah aktivis yang kritis. Ia aktif di organisasi kemahasiswaan dan sering terlibat dalam diskusi-diskusi politik. Pada era Orde Baru, menjadi aktivis kritis bukanlah hal yang mudah, namun Laode tidak gentar. Pengalaman sebagai aktivis inilah yang membentuk keberaniannya untuk bersuara lantang melawan ketidakadilan. Laode adalah poliglot yang menguasai tiga bahasa asing: Inggris, Belanda, dan Perancis. Kemampuan bahasa ini sangat membantunya dalam kerja sama internasional. Di forum-forum global, Laode sering menjadi pembicara yang fasih menyampaikan argumen dalam bahasa Inggris. Kemampuan bahasa juga membantunya mengakses literatur internasional tentang anti-korupsi dan lingkungan. Sebagai akademisi, Laode sangat produktif menulis.

\n\n

Ia telah menerbitkan puluhan artikel jurnal, bab buku, dan makalah konferensi di tingkat nasional dan internasional. Topik tulisannya beragam mulai dari hukum lingkungan, tata kelola sumber daya alam, hingga strategi pemberantasan korupsi. Beberapa tulisannya menjadi referensi utama bagi mahasiswa dan peneliti di bidangnya. Di sela-sela kesibukannya, Laode adalah penikmat kopi sejati. Ia sangat menyukai kopi Toraja, kopi asal Sulawesi Selatan yang terkenal dengan cita rasanya yang khas. Konon, di ruang kerjanya di KPK selalu tersedia kopi Toraja yang dibawanya langsung dari Makassar. Rekan-rekannya sering bercanda bahwa kopi Toraja adalah bahan bakar intelektual Laode.

8. Penulis Buku tentang Korupsi Sumber Daya Alam. Laode adalah penulis beberapa buku tentang korupsi di sektor sumber daya alam, termasuk buku "Corruption and Environmental Crime in Indonesia" yang diterbitkan oleh penerbit akademik internasional. Buku ini menjadi referensi utama bagi akademisi dan praktisi yang mempelajari hubungan antara korupsi dan kerusakan lingkungan di Indonesia.

9. Fasih dalam Negosiasi Internasional. Berkat pengalamannya sebagai akademisi yang sering menghadiri konferensi internasional, Laode adalah salah satu negosiator KPK yang paling efektif di forum global. Ia memimpin delegasi Indonesia dalam beberapa pertemuan UNCAC (United Nations Convention against Corruption) dan berhasil memasukkan isu korupsi lingkungan ke dalam agenda pembahasan konvensi tersebut.

10. Pendiri Pusat Studi Hukum Lingkungan. Sebelum bergabung dengan KPK, Laode mendirikan pusat studi hukum lingkungan di Universitas Hasanuddin. Pusat studi ini telah melahirkan puluhan penelitian tentang dampak korupsi terhadap kerusakan lingkungan di Indonesia timur dan menjadi mitra penting bagi KPK dalam penanganan kasus-kasus korupsi di sektor sumber daya alam.

11. Vegetarian karena Prinsip Lingkungan. Di luar dunia hukum, Laode dikenal sebagai vegetarian yang menjalani pola makan nabati karena kepeduliannya terhadap lingkungan. Ia percaya bahwa gaya hidup seseorang harus mencerminkan prinsip-prinsip yang ia perjuangkan — termasuk dalam pilihan makanan sehari-hari. Prinsip konsistensi antara keyakinan pribadi dan tindakan publik ini adalah salah satu hal yang membuat banyak orang menghormatinya.

\n\n

Setelah masa jabatannya di KPK berakhir, Laode menerima beberapa tawaran untuk terjun ke politik praktis. Partai politik besar dan kecil mencoba merekrutnya untuk berbagai posisi. Namun Laode menolak semua tawaran tersebut. Ia memilih kembali ke dunia akademik karena merasa itulah panggilan hidupnya. "Saya lebih bahagia di ruang kuliah daripada di ruang politik," katanya dalam sebuah wawancara.

Lebih dari sekadar nama dalam daftar pejabat, kiprahnya di dunia hukum Indonesia menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana integritas, profesionalisme, dan dedikasi bisa membawa perubahan nyata. Perjalanan kariernya yang panjang telah menginspirasi banyak generasi penegak hukum berikutnya. Setiap jabatan yang ia emban, setiap kasus yang ia tangani, dan setiap keputusan yang ia ambil menjadi bagian dari mosaik sejarah penegakan hukum di negeri ini yang terus berkembang dan semakin matang.

Kiprah panjangnya di dunia penegakan hukum Indonesia tidak bisa dilepaskan dari konteks zaman yang melingkupinya. Ia hadir di masa-masa kritis, ketika sistem hukum sedang diuji oleh berbagai tekanan — politik, ekonomi, maupun sosial. Dalam situasi seperti itu, ia membuktikan bahwa penegakan hukum yang profesional dan berintegritas bukanlah hal yang mustahil. Setiap langkah yang ia ambil, setiap keputusan yang ia buat, adalah bagian dari upaya yang lebih besar untuk membangun Indonesia yang lebih adil. Bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi penegak hukum, kisahnya adalah bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan prinsip yang dipegang teguh akan selalu menemukan jalannya sendiri menuju pengakuan dan penghormatan dari masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, perjalanan dan kontribusinya mencerminkan dinamika penegakan hukum di Indonesia yang terus berevolusi dari masa ke masa. Setiap generasi penegak hukum menghadapi tantangannya sendiri, dan tokoh ini telah memainkan perannya dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang ada. Pembelajaran dari pengalamannya tetap relevan hingga hari ini, terutama di tengah upaya terus-menerus untuk memperkuat institusi hukum dan memberantas korupsi yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa Indonesia ke depan.

Semua pencapaian dan kontribusi yang telah ditorehkan sepanjang kariernya merupakan bukti nyata bahwa penegakan hukum di Indonesia terus bergerak maju, meskipun dengan langkah yang kadang terasa lambat. Dari masa ke masa, dari satu generasi ke generasi berikutnya, institusi hukum Indonesia terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat diri. Tokoh-tokoh seperti inilah yang menjadi pilar-pilar kokoh dalam perjalanan panjang tersebut. Mereka hadir bukan hanya sebagai pejabat yang menjalankan tugas, tetapi sebagai agen perubahan yang mendorong transformasi sistemik. Pelajaran dari pengalaman mereka sangat berharga, terutama bagi generasi muda penegak hukum yang akan meneruskan estafet perjuangan melawan korupsi dan ketidakadilan di masa depan. Indonesia masih membutuhkan lebih banyak sosok dengan integritas dan dedikasi seperti yang telah mereka tunjukkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User