12 Rangkaian KRL Siap Beroperasi di Lintas Bogor-Jakarta
JAKARTA — KAI Commuter segera mengerahkan 12 rangkaian kereta rel listrik (KRL) tambahan untuk melayani rute Bogor–Jakarta Kota. Penambahan armada ini dilakukan secara bertahap guna memenuhi lonja...
JAKARTA — KAI Commuter segera mengerahkan 12 rangkaian kereta rel listrik (KRL) tambahan untuk melayani rute Bogor–Jakarta Kota. Penambahan armada ini dilakukan secara bertahap guna memenuhi lonjakan volume penumpang yang terus meningkat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat layanan di koridor tersibuk Jabodetabek. Data internal menunjukkan lintas Bogor mencatat rata-rata 700 ribu pengguna per hari sebelum pandemi, dan kini kembali mendekati angka tersebut seiring pulihnya mobilitas.
Pemenuhan Sarana Bertahap
Proses penyediaan 12 rangkaian tidak akan serentak. Manajemen menempuh pola bertahap agar keseimbangan operasional tetap terjaga. Tahap awal meliputi kedatangan empat rangkaian yang sudah rampung menjalani perawatan besar (overhaul) di Balai Yasa Manggarai. Sisanya menyusul dalam triwulan berikutnya, bersamaan dengan rampungnya proses sertifikasi teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Setiap rangkaian terdiri dari 8 hingga 10 kereta, sehingga total penambahan kapasitas angkut bisa melebihi 10 ribu penumpang per hari. Saat ini KRL Bogor Line dioperasikan dengan 14 rangkaian reguler, sehingga kehadiran 12 unit baru akan melipatgandakan frekuensi perjalanan, terutama pada jam sibuk.
Dampak Positif bagi Komuter
Dengan lebih banyak rangkaian beroperasi, headway atau jarak antar kereta di jam padat dapat dipangkas dari 10 menit menjadi 7 menit. Imbasnya, antrean di stasiun-stasiun utama seperti Bogor, Depok, dan Manggarai berpotensi berkurang drastis. KAI Commuter juga menjanjikan peningkatan kenyamanan karena kereta yang dikerahkan telah melalui penyegaran interior, penambahan AC, serta sistem informasi penumpang digital.
Fakta Kunci
- 12 rangkaian KRL disiapkan khusus untuk lintas Bogor–Jakarta Kota.
- Pemenuhan dilakukan bertahap: empat unit awal sudah siap, sisanya menyusul dalam enam bulan ke depan.
- Kapasitas tambahan diproyeksikan mampu mengangkut lebih dari 10.000 penumpang ekstra per hari.
- Jarak antar kereta di jam sibuk ditargetkan turun menjadi 7 menit.
- Armada yang dikerahkan telah menjalani peremajaan menyeluruh sesuai standar keselamatan terbaru.
Respons Pengguna
Komunitas pengguna KRL menyambut positif rencana ini. “Penambahan rangkaian jelas mendesak, karena tiap pagi Stasiun Bogor sudah penuh sejak pukul 05.30. Semoga realisasinya tepat waktu,” ujar Rina, pengguna rutin rute Bogor–Tanah Abang. Senada dengan itu, pengamat transportasi dari Universitas Indonesia menilai langkah KAI sebagai terobosan yang harus diikuti dengan peningkatan keandalan prasarana sinyal dan persinyalan agar frekuensi tinggi tidak menimbulkan risiko operasional.
KAI Commuter belum merilis jadwal pasti pengerahan seluruh rangkaian, namun menegaskan bahwa verifikasi akhir sedang dikebut. Publik diimbau memantau kanal resmi KAI Commuter untuk pembaruan jadwal. Dengan tambahan ini, diharapkan mobilitas warga Jabodetabek semakin lancar dan tekanan terhadap moda transportasi lain bisa berkurang.
Baca juga:
Comments (0)