BUENOS AIRES — Kebijakan deregulasi ekonomi dan pembukaan pasar bebas secara agresif yang diterapkan oleh Presiden Argentina, Javier Milei, mulai memberikan pukulan telak terhadap sektor manufaktur domestik. Langkah pemerintah membuka keran impor secara masif membuat pabrik-pabrik lokal kelabakan menghadapi gempuran produk luar negeri di tengah daya beli masyarakat yang anjlok drastis.
Salah satu contoh nyata adalah pabrik alas kaki Kioshi yang beroperasi di selatan Buenos Aires. Tiga tahun lalu, pabrik ini mempekerjakan hampir 120 karyawan dengan kapasitas produksi mencapai 40.000 pasang sepatu kets dan sandal per bulan. Kini, perusahaan tersebut hanya mampu mempertahankan 14 pekerja dengan output produksi tersisa seperempatnya saja.
"Pasar domestik saat ini benar-benar mati. Banyak orang harus berutang hanya untuk membeli makanan pokok, jadi bayangkan betapa sulitnya menjual sepatu saat ini," ujar Emmanuel Fernandez, Direktur Kioshi.
Dampak Pembukaan Keran Impor Tanpa Proteksi
Sejak dilantik, Presiden Javier Milei mulai membongkar kebijakan proteksionisme warisan pemerintahan sayap kiri sebelumnya dengan dalih menurunkan inflasi domestik. Pemerintah menghapus kuota impor, memangkas bea masuk, dan meniadakan berbagai restriksi dagang yang selama ini melindungi produsen dalam negeri.
Kebijakan tersebut langsung memicu banjir produk impor berharga murah. Bagi industri kecil dan menengah lokal, lonjakan impor ini menjadi pukulan fatal yang menghentikan operasional lini produksi mereka.
"Kami adalah pelaku industri, ini adalah dedikasi hidup kami. Ketika Anda datang ke pabrik dan hanya mendengar 10 persen mesin yang menyala, rasanya sangat menyakitkan," tambah Fernandez.
Kronologi dan Data Penurunan Sektor Manufaktur
Krisis di sektor manufaktur Argentina tercermin dari sejumlah indikator ekonomi dan catatan kronologis dalam beberapa bulan terakhir:
- Desember 2023: Javier Milei resmi menjabat dan segera menerapkan pemotongan anggaran belanja publik secara ekstrem serta deregulasi perdagangan global.
- Juni 2024: Data industri mencatat sekitar 40 persen kapasitas manufaktur nasional menganggur akibat ketiadaan permintaan dan kalah bersaing dari produk impor.
- Juli 2024: Output sektor manufaktur tercatat merosot tajam sebesar 5 persen dibanding bulan sebelumnya, menandai penurunan bulanan terdalam dalam 16 bulan terakhir.
- Kuartal Ketiga 2024: Asosiasi Industri Argentina (UIA) mendesak intervensi pemerintah setelah mencatat hilangnya 90.000 lapangan kerja industri dan penutupan hampir 30.000 entitas usaha dalam tiga tahun terakhir.
Teori 'Creative Destruction' Milei Tuai Kritik
Meskipun angka inflasi berhasil ditekan melalui penghentian stimulus moneter dan pemangkasan belanja publik, jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa kecemasan utama masyarakat Argentina kini telah bergeser dari kenaikan harga ke ancaman pengangguran.
Menanggapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan pabrik, Presiden Milei yang mendefinisikan dirinya sebagai seorang anarko-kapitalis menolak untuk campur tangan. Ia berpandangan bahwa dinamika ini adalah proses alami ekonomi pasar.
"Perusahaan gulung tikar dengan cara yang sama persis saat mereka pertama kali muncul. Itu adalah fenomena yang sepenuhnya alami," tegas Milei menanggapi situasi ekonomi saat ini.
Milei merujuk pada konsep creative destruction (penghancuran kreatif) yang digagas ekonom Joseph Schumpeter. Konsep tersebut menyatakan bahwa industri lama yang tidak efisien memang harus tersingkir demi memberi jalan bagi inovasi dan model bisnis baru. Namun, bagi puluhan ribu buruh pabrik yang kehilangan mata pencaharian, masa transisi menuju masa depan yang dijanjikan pemerintah tersebut terasa sangat menyakitkan.
Comments (0)