NEW DELHI — Lifter andalan India, Saikhom Mirabai Chanu, menegaskan tekad bulatnya untuk tidak menyia-nyiakan peluang merebut medali di ajang Asian Games. Meski telah mengoleksi berbagai prestasi bergengsi di panggung dunia, atlet berusia 32 tahun tersebut masih menyimpan ambisi besar untuk melengkapi lemari medalinya dengan naik ke podium pesta olahraga terbesar di Asia.
Lifter berpostur 150 sentimeter itu langsung kembali menjalani pemusatan latihan intensif di New Delhi tanpa mengambil waktu istirahat usai mencetak rekor di Commonwealth Games. Chanu memilih menunda kepulangannya ke kampung halaman di Manipur demi mematangkan performa fisik dan teknik menjelang kompetisi mendatang.
Jejak Rekor dan Ambisi yang Tertunda
Karier Chanu di pentas olahraga internasional diwarnai oleh dedikasi tinggi serta rentetan prestasi membanggakan. Namun, medali Asian Games menjadi satu-satunya pencapaian bergengsi yang hingga kini belum berhasil ia raih setelah dua kali kegagalan pada edisi-edisi sebelumnya.
- Incheon 2014: Memulai debutnya di Asian Games dan harus puas finis di urutan kesembilan pada kelas ringan.
- Hangzhou: Nyaris meraih podium namun harus menelan kekecewaan setelah finis di peringkat keempat.
- Olimpiade Tokyo: Sukses mempersembahkan medali perak untuk kontingen India.
- Commonwealth Games: Menyabet medali emas ketiganya di kelas 48 kg dengan total angkatan rekor seberat 190 kg.
"Peluang itu sudah sangat dekat. Saya sangat yakin dan tidak akan membiarkan kesempatan ini lepas begitu saja. Sejak pertama kali menggeluti angkat besi, target saya adalah meraih medali Asian Games," tegas Chanu dalam sesi latihan di New Delhi.
Menghadapi Dominasi Lifter Tiongkok dan Korea Utara
Chanu dijadwalkan akan turun bertanding di kelas 49 kg. Persaingan di level Asia dipastikan berlangsung sangat ketat mengingat cabang angkat besi putri secara tradisional didominasi oleh atlet-atlet tangguh dari Tiongkok dan Korea Utara.
Meskipun menyadari beratnya peta persaingan untuk mendobrak dominasi negara-negara kuat tersebut, atlet peraih medali emas Kejuaraan Dunia sembilan tahun lalu ini tetap optimistis dengan kesiapan yang dimilikinya saat ini.
"Persaingan di Asian Games sangat kuat dan ketat, namun persiapan saya sejauh ini berjalan sangat baik. Saya merasa percaya diri," tambahnya.
Perjalanan dari Desa di Manipur Menuju Panggung Dunia
Lahir sebagai anak bungsu dari enam bersaudara di sebuah desa terpencil di Negara Bagian Manipur, langkah Chanu menjadi atlet elit dunia tidak diraih dengan mudah. Dengan latar belakang keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi, dukungan penuh dari orang tua dan saudara-saudaranya yang gemar bermain sepak bola menjadi bahan bakar utama perjuangannya.
Sejak memutuskan menekuni olahraga angkat besi pada usia 13 tahun, Chanu harus mendobrak stigma sosial di lingkungannya yang kerap memandang sebelah mata perempuan yang merantau ke kota demi mengejar karier olahraga.
"Orang-orang di desa sempat heran melihat seorang anak perempuan pergi ke kota untuk berolahraga, tetapi saya ingin mengubah persepsi tersebut. Saya beruntung lahir di keluarga yang mencintai olahraga, dan ibu saya selalu mendorong saya untuk menjadikannya sebagai jalan hidup," pungkasnya.
Comments (0)