Sep 21, 2026
Hukum

NEW YORK — Harga Minyak Tembus 100 Dolar, Bursa Saham Global Rontok

NEW YORK — Gelombang ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu guncangan hebat di pasar keuangan global. Lonjakan tajam harga minyak mentah duni

NEW YORK — Harga Minyak Tembus 100 Dolar, Bursa Saham Global Rontok

NEW YORK — Gelombang ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu guncangan hebat di pasar keuangan global. Lonjakan tajam harga minyak mentah dunia memicu kekhawatiran baru terkait inflasi tak terkendali serta potensi kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral, yang secara langsung menyeret indeks saham utama ke zona merah.

Minyak mentah acuan Brent melesat melewati level psikologis $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli, mencatatkan kenaikan lebih dari 20 persen dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Pada perdagangan Kamis, Brent menyentuh level tertinggi $101,94 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak hingga $97,79 per barel, rekor tertinggi sejak Mei.

Kronologi Eskalasi Militer di Selat Hormuz

Kenaikan harga energi dipicu oleh memuncaknya konfrontasi militer terbuka antara Amerika Serikat dan Iran, serta meluasnya konflik di Semenanjung Arab. Berikut adalah rangkaian peristiwa penting yang melumpuhkan jalur pelayaran energi global:

  1. Blokade Selat Hormuz: Teheran menutup jalur pelayaran strategis tersebut sejak akhir Februari, sementara Washington terus memperketat blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.
  2. Serangan Terhadap Kapal Tanker: Pasukan AS dilaporkan menghancurkan lima kapal tanker minyak milik Iran di perairan internasional.
  3. Balasan Iran di Selat Hormuz dan Yordania: Iran mengumumkan serangan balasan terhadap lebih dari selusin kapal dagang yang mencoba melintasi Selat Hormuz, memperluas zona larangan berlayar, serta melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania.
  4. Ancaman Baru di Selat Bab al-Mandab: Di sisi lain, Arab Saudi kian tertekan akibat serangan pemberontak Houthi terhadap fasilitas minyak domestik seiring pergerakan mereka mendekati jalur krusial Laut Merah.
"Penutupan Selat Hormuz dan ancaman di Bab al-Mandab telah menghilangkan jalur alternatif pasokan minyak Teluk, menciptakan krisis pasokan paling serius dalam beberapa tahun terakhir," ungkap laporan analis energi pasar komoditas.

Kekhawatiran Inflasi dan Ancaman Suku Bunga

Reli harga minyak memicu spekulasi bahwa laju inflasi global akan kembali melonjak drastis. Di Amerika Serikat, harga bahan bakar diesel telah menyentuh rekor tertinggi mendekati $6 per galon. Kondisi ini menekan Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan moneter mereka.

Para pelaku pasar mencermati rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS mendatang, yang diyakini menjadi pertimbangan krusial bagi The Fed dalam menentukan arah suku bunga acuan pekan depan. Sikap hawkish bank sentral diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global lebih lanjut.

Bursa Saham Dunia Berguguran

Prospek pengetatan moneter dan lonjakan beban biaya energi memicu aksi jual masif di seluruh bursa utama dunia:

  • Wall Street: Tiga indeks utama AS ditutup melemah tajam menyusul kepanikan investor terhadap risiko stagflasi.
  • Bursa Eropa: Indeks-indeks utama kawasan terkoreksi signifikan seiring ekspektasi kenaikan suku bunga oleh ECB.
  • Bursa Asia: Indeks saham di Seoul (Kospi), Hong Kong (Hang Seng), dan Sydney (ASX 200) kompak anjlok lebih dari 1 persen, disusul penurunan di Tokyo, Shanghai, dan Singapura.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User