JAKARTA — Ratusan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah kejuruan BARU SAJA dikenalkan pada dunia kelautan dalam kegiatan bertajuk Bahtera LiteraSEA di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini dikonfirmasi berlangsung meriah dan menyasar generasi muda sejak dini.
Program ini menggabungkan talkshow interaktif, literasi, dan praktik langsung menjaga lingkungan. Tujuannya satu: menumbuhkan kecintaan pada laut Indonesia.
Fakta Kunci Kegiatan
- Lokasi: Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta
- Peserta: Siswa SD dan SMK dari berbagai sekolah
- Format: Talkshow interaktif, literasi, dan praktik lingkungan
- Tema: Pengenalan dunia kelautan sejak dini
Dalam sesi talkshow, para siswa diajak berdialog langsung dengan pemateri. Mereka mendengar cerita tentang kekayaan laut Indonesia. Mulai dari biota, ekosistem, hingga peran laut bagi kehidupan.
MENIT LALU, sejumlah siswa terlihat antusias bertanya. Salah satu peserta mengaku baru tahu bahwa laut menyimpan potensi besar. “Saya baru sadar laut kita sangat luas,” ujar seorang siswa SMK, dikonfirmasi di lokasi.
Kegiatan literasi menjadi bagian penting. Peserta membaca bahan bacaan bertema kelautan. Mereka lalu mendiskusikan isi bacaan. Ini melatih pemahaman sekaligus menumbuhkan kepedulian.
Praktik Menjaga Lingkungan
Tidak hanya teori, siswa juga dilibatkan dalam praktik menjaga lingkungan. Mereka belajar memilah sampah dan mengenali bahaya limbah plastik bagi laut.
Saksi mata menyebut suasana kegiatan berlangsung hidup. Anak-anak tampak aktif berpindah dari satu sesi ke sesi lain. Ada yang mencatat, ada pula yang menggambar materi yang mereka terima.
UPDATE: pendekatan edukasi semacam ini dinilai efektif. Sebab, anak-anak mendapat pengalaman langsung, bukan sekadar ceramah.
- Talkshow interaktif membuka wawasan siswa tentang ekosistem laut
- Literasi kelautan melatih pemahaman dan diskusi kritis
- Praktik lingkungan menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan laut
BREAKING: pengenalan dunia laut sejak dini dianggap strategis. Indonesia adalah negara maritim dengan garis pantai terpanjang di dunia.
Namun, literasi kelautan di kalangan pelajar disebut masih rendah. Karena itu, kegiatan seperti Bahtera LiteraSEA diharapkan terus berlanjut.
Harapan ke Depan
Penyelenggara berharap siswa tidak berhenti di satu acara saja. Mereka didorong menjadi agen perubahan di sekolah dan rumah.
“Anak-anak ini masa depan laut kita,” ujar salah satu fasilitator. Pernyataan itu disampaikan di tengah sesi praktik.
KONFIRMASI: sejumlah guru mendampingi siswa sepanjang kegiatan. Mereka menilai materi mudah dicerna karena dikemas interaktif.
Ke depan, model edukasi ini bisa direplikasi di daerah lain. Terutama wilayah pesisir yang kehidupan warganya bergantung pada laut.
Dengan cara ini, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi penjaga laut. Bukan sekadar penikmat, tetapi juga pelindung ekosistemnya.
Perkembangan kegiatan akan terus dipantau. Beritatercepat akan melaporkan update terbaru dari program literasi kelautan ini. Siaga untuk informasi selanjutnya.
Comments (0)