Jakarta — Pengurus Besar Federasi Karate-Do Indonesia (PB FORKI) kembali menegaskan komitmennya membangun struktur teknis yang solid dengan menunjuk seorang tokoh karate berpengalaman memimpin lini pembinaan. Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, resmi menunjuk Shihan Ucok Marisi Sihotang sebagai Direktur Teknik Guardian Girls Karate (GGK) Indonesia. Penunjukan ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat program pelatihan dan pengembangan atlet, khususnya di kalangan perempuan.
Latar Belakang Penunjukan
Pada rapat pengurus yang digelar di Jakarta, PB FORKI membahas sejumlah agenda prioritas, mulai dari regenerasi atlet hingga penguatan sistem pembinaan berjenjang. Dalam konteks itu, posisi Direktur Teknik dianggap krusial karena menyangkut standar latihan, kurikulum kepelatihan, serta evaluasi performa atlet secara berkelanjutan.
Ketua Umum PB FORKI menegaskan bahwa penunjukan Shihan Ucok Marisi Sihotang didasarkan pada rekam jejak panjang di dunia karate. Reputasi tersebut mencakup pengalaman sebagai praktisi, pelatih, sekaligus figur yang dikenal memahami dinamika pengembangan teknik secara modern.
"Kami membutuhkan figur yang paham teknik, disiplin, dan mampu menerjemahkan visi pembinaan menjadi program kerja yang terukur. Penunjukan ini adalah bagian dari upaya memperkuat struktur teknis kami," ujar Hadi Tjahjanto.
Kronologi dan Alur Keputusan
- Pemetaan kebutuhan — PB FORKI mengidentifikasi perlunya posisi Direktur Teknik khusus untuk program Guardian Girls Karate Indonesia.
- Penjaringan kandidat — Pengurus menilai sejumlah figur berdasarkan kompetensi teknis, pengalaman kepelatihan, dan kemampuan berkomunikasi dengan atlet muda.
- Penetapan — Ketua Umum PB FORKI menetapkan Shihan Ucok Marisi Sihotang sebagai Direktur Teknik GGK Indonesia.
- Rencana implementasi — Direktur Teknik yang baru dijadwalkan menyusun program kerja teknis, termasuk jadwal pelatihan terpusat dan sistem penilaian kemampuan atlet.
Tugas dan Fokus Utama
Sebagai Direktur Teknik, Shihan Ucok Marisi Sihotang akan bertanggung jawab atas sejumlah hal penting dalam pembinaan karate Indonesia. Fokus utamanya adalah menjaga konsistensi kualitas latihan sekaligus membuka ruang regenerasi atlet perempuan yang kompetitif di kancah nasional maupun internasional.
- Menyusun kurikulum teknik yang terstruktur dan mudah diimplementasikan di setiap daerah.
- Menstandarkan metode latihan agar kualitas pembinaan merata antarprovinsi.
- Mengembangkan sistem pemantauan progres atlet berbasis evaluasi berkala.
- Memperkuat sinergi antara pelatih daerah dengan tim pelatih nasional.
- Mendorong partisipasi perempuan melalui program Guardian Girls Karate.
Harapan PB FORKI
PB FORKI menilai kehadiran Direktur Teknik di lini Guardian Girls Karate Indonesia merupakan langkah konkret untuk mempercepat pencapaian prestasi. Organisasi berharap penunjukan ini mampu menghasilkan atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing, sekaligus meningkatkan citra karate Indonesia di tingkat regional dan global.
Langkah ini juga mencerminkan arah kebijakan pembinaan yang semakin terstruktur, di mana aspek teknis ditempatkan sebagai fondasi utama sebelum membahas target kompetisi. Dengan begitu, setiap program latihan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan bagian dari sistem pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan.
Shihan Ucok Marisi Sihotang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menyatakan kesiapannya menyusun program teknis secara transparan serta terukur. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan pelatih, pengurus daerah, dan atlet akan menjadi kunci keberhasilan program ke depan.
Comments (0)