Oct 10, 2026
Nasional

Kemenperin Minta Pembinaan IKM Fokus Hilirisasi dan SDM

JAKARTA, Beritatercepat.com — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa pembinaan industri kecil menengah (IKM) tidak boleh lagi dilakukan se

Kemenperin Minta Pembinaan IKM Fokus Hilirisasi dan SDM

JAKARTA, Beritatercepat.com — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa pembinaan industri kecil menengah (IKM) tidak boleh lagi dilakukan secara parsial. Pembinaan harus mencakup rantai nilai mulai dari hilirisasi produk hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) agar IKM nasional mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Penekanan ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan penguatan IKM, termasuk pembinaan industri kreatif sektor fesyen dan kriya yang menjadi salah satu sektor unggulan dengan potensi serapan tenaga kerja tinggi. Kemenperin melihat bahwa selama ini banyak IKM yang hanya berhenti di tahap produksi, tanpa dilanjutkan ke tahap pengolahan lebih lanjut, pemasaran, hingga peningkatan nilai tambah.

Hilirisasi Jadi Kunci Nilai Tambah Produk IKM

Dalam pemaparannya, Kemenperin menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci utama peningkatan nilai tambah produk IKM. Bahan baku lokal yang selama ini dijual mentah harus mulai diolah menjadi produk jadi atau bahan setengah jadi yang memiliki harga jual jauh lebih tinggi.

Beberapa langkah hilirisasi yang diidentifikasi Kemenperin antara lain:

  1. Pengolahan bahan baku lokal menjadi produk jadi yang siap dipasarkan, misalnya serat alam menjadi busana, atau tanin menjadi produk fashion berbahan kulit.
  2. Diversifikasi produk agar IKM tidak bergantung pada satu jenis produk saja dan lebih tahan terhadap gejolak pasar.
  3. Peningkatan kemasan dan label agar produk IKM memenuhi standar pasar ritel modern dan ekspor.
  4. Penguatan desain dan inovasi untuk mengangkat ciri khas produk lokal tanpa kehilangan identitas budaya.
  5. Tautan dengan industri besar sebagai bagian dari rantai pasok nasional, sehingga IKM mendapat kepastian pembelian bahan dan pasar.
"Kalau bahan bakunya hanya dijual mentah, nilai tambahnya dinikmati pihak lain. IKM harus masuk ke rantai pengolahan agar ekonominya benar-benar berputar di tingkat lokal," ujar perwakilan Kemenperin dalam keterangannya.

Selain hilirisasi, Kemenperin juga menyoroti persoalan klasik yang masih menghambat IKM, yaitu keterbatasan SDM. Banyak pengusaha kecil yang belum memahami manajemen produksi, pembukuan sederhana, pemasaran digital, hingga standarisasi mutu produk.

Penguatan SDM Jadi Pilar Pendukung

Kemenperin menyatakan pembinaan SDM IKM akan diperkuat melalui beberapa jalur, di antaranya:

  • Pelatihan teknis produksi yang berorientasi pada mutu dan efisiensi biaya.
  • Edukasi pemasaran digital, termasuk pemanfaatan marketplace dan media sosial.
  • Pendampingan sertifikasi produk agar mudah menembus pasar formal dan ekspor.
  • Peningkatan literasi keuangan agar pengusaha kecil mampu mengelola arus kas dan mengakses pembiayaan.
  • Pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda sebagai regenerasi pengusaha IKM.

Menurut Kemenperin, pembinaan yang hanya memberi bantuan modal tanpa transfer ilmu cenderung tidak berkelanjutan. Pengusaha perlu dibekali kemampuan agar mampu mandiri setelah masa pendampingan berakhir.

Industri Kreatif Fesyen dan Kriya Jadi Sorotan

Sektor fesyen dan kriya disebut-sebut sebagai sektor strategis karena memiliki pasar yang luas dan mengandalkan keterampilan tangan masyarakat. Produk fesyen dan kriya lokal memiliki keunikan yang sulit ditiru produk massal, sehingga memiliki daya tarik tersendiri, baik untuk pasar dalam negeri maupun mancanegara.

Kemenperin juga mengingatkan bahwa tren konsumen global semakin meminati produk yang ramah lingkungan dan memiliki cerita di balik pembuatannya. Kondisi ini sejalan dengan potensi IKM Indonesia yang umumnya berbasis bahan alam dan produksi skala rumahan.

Pemerintah menargetkan, melalui pembinaan terpadu antara hilirisasi dan penguatan SDM, IKM dapat meningkatkan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional serta menyerap lebih banyak tenaga kerja, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan industri kecil.

Kemenperin menyampaikan bahwa program pembinaan ini akan terus dievaluasi agar sasaran yang ditetapkan benar-benar tercapai. Pemerintah juga mengajak berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, hingga korporasi besar, untuk ikut mendampingi IKM agar ekosistem industri kecil nasional semakin kuat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User