Oct 10, 2026
Nasional

Sugiono Evaluasi Kebutuhan Sekolah Program Revitalisasi

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan sekolah dalam

Sugiono Evaluasi Kebutuhan Sekolah Program Revitalisasi

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan sekolah dalam rangka program revitalisasi yang tengah digencarkan pemerintah. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap sekolah yang masuk dalam prioritas pembenahan benar-benar mendapat perhatian sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Sugiono memeriksa secara langsung sejumlah data dan rencana pembenahan fasilitas pendidikan, mulai dari kondisi bangunan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana sanitasi yang selama ini menjadi keluhan besar sekolah-sekolah di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan revitalisasi sekolah dapat memperbaiki kualitas ruang belajar sekaligus meningkatkan keamanan serta kenyamanan peserta didik.

Fokus pada Sekolah dengan Kondisi Rusak

Menko PMK menegaskan bahwa program revitalisasi tidak sekadar memperbaiki bangunan, melainkan juga menghadirkan suasana belajar yang layak bagi anak-anak Indonesia. Ia menyebutkan bahwa sejumlah sekolah dengan kondisi rusak sedang dan berat tetap menjadi skala prioritas dalam penyaluran anggaran pembenahan.

"Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk revitalisasi sekolah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan guru. Tidak boleh ada sekolah yang terlewat hanya karena keterbatasan data," ujar Sugiono.

Evaluasi ini sekaligus menjadi langkah antisipasi agar proses pelaksanaan program tidak mengulangi kendala-kendala teknis yang kerap muncul di lapangan, seperti keterlambatan pengadaan material, perencanaan yang tidak sesuai kebutuhan, maupun koordinasi antarinstansi yang berbelit.

Pentingnya Data Akurat di Lapangan

Dalam arahannya, Sugiono meminta seluruh pemangku kepentingan menyediakan data yang akurat dan terkini mengenai kondisi setiap sekolah. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan prioritas serta penentuan besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk tiap satuan pendidikan.

  • Pemetaan kondisi bangunan sekolah rusak ringan, sedang, dan berat di seluruh daerah.
  • Penyesuaian anggaran berdasarkan kebutuhan riil, bukan sekadar estimasi administratif.
  • Koordinasi lintas kementerian agar pembenahan sarana pendidikan berjalan simultan.
  • Pengawasan berkala untuk memastikan progres fisik sesuai target waktu.
  • Pelibatan pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam pemeliharaan sekolah.

Pemerintah daerah juga diharapkan aktif memberikan masukan mengenai sekolah mana yang paling mendesak untuk direvitalisasi. Dengan begitu, program dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap mutu pendidikan di daerah terpencil maupun perkotaan.

Dampak terhadap Mutu Pendidikan

Kondisi sarana belajar yang representatif diyakini mampu mendorong peningkatan semangat belajar siswa. Selama ini, banyak guru dan siswa yang harus beraktivitas di ruang kelas dengan plafon rusak, atap bocor, hingga lantai yang lapuk. Kondisi semacam ini tentu mengganggu konsentrasi dan kenyamanan proses pembelajaran.

"Revitalisasi sekolah bukan soal estetika semata, tetapi soal hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak di ruang yang aman dan sehat," tambah Sugiono.

Program ini juga diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik serta pemenuhan peralatan belajar modern. Pemerintah menilai bahwa pembenahan fisik sekolah harus dibarengi dengan upaya peningkatan kompetensi guru agar hasilnya berkelanjutan.

Langkah Selanjutnya

Setelah evaluasi selesai, pemerintah akan menyusun daftar prioritas revitalisasi berdasarkan temuan di lapangan. Proses pengadaan dan pelaksanaan konstruksi kemudian dijadwalkan secara bertahap dengan pengawasan progres yang dilaporkan secara berkala.

Sugiono berharap seluruh pihak, mulai dari kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga masyarakat, dapat bekerja sama memastikan program ini berjalan tepat waktu. Investasi terhadap ruang belajar, menurutnya, adalah investasi terhadap masa depan bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User