JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menemui langsung massa buruh yang memadati Gerbang Utama Kompleks DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/10/2026). Pertemuan itu menjadi momen paling menonjol dari rangkaian aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pagi dan berlanjut hingga sore hari.
Pantauan di lokasi memperlihatkan Dasco datang dengan pengawalan ketat, didampingi sejumlah pimpinan alat kelengkapan dewan lainnya. Ia tidak langsung masuk ke dalam gedung, melainkan menyempatkan diri berdiri di barisan depan massa, mendengarkan orasi, lalu berdialog dengan perwakilan serikat pekerja yang diterima secara terbatas di area gerbang.
Kronologi Aksi dan Pertemuan Pimpinan DPR
- Pagi hari — Massa buruh mulai berkumpul di beberapa titik penyekatan di sekitar kawasan Senayan, Jakarta Pusat, dengan membawa atribut organisasi masing-masing.
- Menjelang siang — Massa bergerak menuju Gerbang Utama DPR/MPR. Aparat kepolisian melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan total di Jalan Gatot Subroto.
- Siang hari — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama pimpinan lain tiba di gerbang utama dan menyatakan kesediaan menerima aspirasi secara langsung.
- Sesi dialog — Perwakilan buruh menyampaikan sejumlah tuntutan sebelum diteruskan ke forum rapat internal dewan.
- Menjelang sore — Massa bertahap membubarkan diri dengan tertib setelah memperoleh pernyataan sikap dari pihak legislatif.
Isi Tuntutan yang Disampaikan
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan buruh menyampaikan sejumlah poin utama yang mencakup persoalan kesejahteraan dan kepastian kerja. Poin-poin itu antara lain:
- Peninjauan kembali formula upah yang dinilai belum berpihak pada kebutuhan hidup layak pekerja.
- Perlindungan terhadap pekerja terdampak efisiensi dan pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor industri.
- Jaminan sosial dan kepastian hak pekerja kontrak maupun alih daya.
- Dorongan agar aspirasi buruh masuk dalam agenda legislasi, termasuk pembahasan yang melibatkan serikat pekerja sejak tahap awal.
"Kami hadir untuk memastikan suara buruh tidak berhenti di gerbang. Aspirasi ini harus dibawa ke ruang rapat dan dibahas bersama," ujar salah satu perwakilan massa buruh di lokasi.
Sementara itu, dari sisi pimpinan dewan, pertemuan ini diposisikan sebagai bentuk keterbukaan lembaga legislatif terhadap kelompok masyarakat. Dasco menyatakan akan menampung seluruh aspirasi dan meneruskannya ke komisi terkait agar dibahas lebih lanjut.
"Semua masukan akan kami kawal melalui mekanisme yang ada di dewan. Kami berkomitmen menyampaikan hasilnya secara terbuka," kata Sufmi Dasco Ahmad di hadapan massa.
Respons Massa dan Catatan Pengamat
Setelah dialog selesai, sejumlah koordinator lapangan menyatakan pertemuan hari itu merupakan langkah awal. Mereka mengingatkan bahwa poin terpenting bukan pada kehadiran pejabat di tengah massa, melainkan pada tindak lanjut yang dapat diukur secara jelas dan berbatas waktu.
Pengamat kebijakan ketenagakerjaan menilai pertemuan langsung semacam ini efektif menurunkan tensi di lapangan, tetapi belum menyelesaikan akar persoalan. Menurut mereka, kata kunci berikutnya adalah transparansi pembahasan, keterlibatan serikat pekerja dalam penyusunan kebijakan, serta publikasi hasil pembahasan yang mudah diakses publik.
Hingga berita ini ditulis, kompleks DPR/MPR sudah kembali kondusif. Sisa massa yang tertinggal hanya tim perwakilan yang menunggu salinan pernyataan sikap dari pihak dewan, sementara rekayasa lalu lintas di kawasan Senayan berangsur normal.
Comments (0)