Oct 14, 2026
breaking

BREAKING: Wamendagri Serukan Perang Total Lawan TBC Hingga ke Desa

JAKARTA — BARU SAJA, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyerukan perang total melawan tuberkulosis (TBC) dengan menggandeng seluruh kepala daerah hingga kepala desa. Seruan ini dikonfirmasi...

BREAKING: Wamendagri Serukan Perang Total Lawan TBC Hingga ke Desa

JAKARTA — BARU SAJA, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyerukan perang total melawan tuberkulosis (TBC) dengan menggandeng seluruh kepala daerah hingga kepala desa. Seruan ini dikonfirmasi langsung dalam rapat koordinasi percepatan eliminasi TBC yang digelar hari ini.

"Kepala daerah adalah ujung tombak. Tanpa mereka, eliminasi TBC hanya mimpi," tegas Wiyagus di hadapan peserta rapat.

Peran Vital dari Provinsi Hingga Desa

Wiyagus menekankan bahwa penanggulangan TBC tidak bisa hanya diserahkan ke Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah, mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa, diminta aktif turun tangan.

  • Kepala daerah diminta mengalokasikan anggaran khusus penanggulangan TBC di APBD.
  • Camat dan lurah diminta memetakan wilayah rawan penularan.
  • Kepala desa menjadi garda terdepan pendataan warga suspect TBC.
  • Kolaborasi antarlembaga disebut sebagai kunci sukses eliminasi.

UPDATE menit lalu, Kemendagri menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC memerlukan sinergi lintas sektor. Tidak hanya dinas kesehatan, tetapi juga dinas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kolaborasi Antarlembaga Jadi Kunci

Wiyagus menyatakan bahwa kasus TBC di Indonesia masih menjadi ancaman serius. Data menunjukkan Indonesia termasuk negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Karena itu, pendekatan top-down dari pusat hingga desa dinilai paling efektif.

"Setiap desa harus punya data warga yang terindikasi TBC. Jangan ada yang luput," ujar Wiyagus.

Ia juga meminta pemerintah daerah segera membentuk tim percepatan di tingkat kabupaten/kota. Tim ini bertugas melakukan skrining massal, edukasi publik, dan pendampingan pasien hingga tuntas pengobatan.

Evakuasi Pasien dan Siaga Desa

Dalam instruksi yang dikonfirmasi awak media, kepala desa diminta siaga terhadap warga yang mengalami gejala TBC. Gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, dan penurunan berat badan harus segera dilaporkan.

  • Skrining massal di lingkungan padat penduduk dipercepat.
  • Pendampingan pasien agar tidak putus obat menjadi prioritas.
  • Edukasi publik soal etika batuk dan ventilasi rumah digencarkan.
  • Pelaporan data desa ke puskesmas diminta real-time.

Saksi mata di sejumlah daerah menyebut masih banyak warga enggan memeriksakan diri karena stigma. Kemendagri meminta kepala daerah menghapus stigma tersebut melalui komunikasi publik yang masif.

Darurat TBC Butuh Gerak Cepat

Wiyagus menegaskan status darurat TBC harus disikapi dengan gerak cepat. Ia mengancam akan mengevaluasi daerah yang lamban dalam penanganan.

"Ini bukan sekadar program. Ini pertaruhan nyawa. Kepala daerah yang tidak serius akan kami catat," ucapnya.

Pemerintah pusat, lanjut dia, akan menyediakan pedoman teknis dan dukungan fasilitas. Namun eksekusi lapangan sepenuhnya bergantung pada komitmen pemerintah daerah dan desa.

Perkembangan selanjutnya, Kemendagri akan menggelar monitoring berkala ke daerah. Hasil monitoring menjadi dasar evaluasi kinerja kepala daerah. Eliminasi TBC ditargetkan tercapai sesuai agenda nasional.

KONFIRMASI: Seluruh kepala daerah diminta melaporkan progres penanggulangan TBC secara berkala. Tidak ada alasan untuk lambat. TBC bisa dikalahkan jika semua bergerak bersama dari pusat hingga pelosok desa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User