MAKASSAR — Sebanyak 53 jemaah umrah asal Makassar dipastikan batal berangkat ke Arab Saudi, Rabu dini hari. Pembatalan terjadi setelah maskapai menunda penerbangan menyusul eskalasi serangan Houthi di wilayah udara Timur Tengah.
Kabar ini BARU SAJA dikonfirmasi pihak travel. Para jemaah sudah berkumpul di bandara sejak Selasa malam. Mereka membawa koper lengkap dan mengenakan pakaian ihram.
Fakta Kunci di Lapangan
- 53 jemaah gagal terbang dari Bandara Sultan Hasanuddin
- Penerbangan dibatalkan maskapai karena alasan keamanan rute
- Jemaah masih menunggu di area keberangkatan
- Kepulangan ke penginapan dijadwalkan ulang
- Belum ada kepastian tanggal pengganti
Seorang saksi mata di bandara menyebut suasana sempat ricuh. Beberapa jemaah menangis. Petugas travel berusaha menenangkan rombongan.
Dampak Serangan Houthi
Serangan Houthi dilaporkan meningkat dalam sepekan terakhir. Sejumlah maskapai memilih mengalihkan rute. Otoritas penerbangan siaga penuh.
Juru bicara travel menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan. "Keselamatan jemaah nomor satu," ujarnya, dikutip dari keterangan resmi.
Rombongan ini sebelumnya dijadwalkan transit di satu hub Timur Tengah. Rute itu kini masuk zona rawan. Maskapai menolak mengambil risiko.
Langkah Selanjutnya
- Travel mengajukan jadwal ulang ke maskapai
- Jemaah diberi opsi refund atau tunda keberangkatan
- Koordinasi dengan Kementerian Agama terus berjalan
- Pemantauan kondisi geopolitik dilakukan intensif
Ini bukan pembatalan pertama. Sebelumnya, sejumlah kloter dari daerah lain juga terdampak. Krisis Saudi-Houthi disebut biang keladi.
Pemerintah diminta turun tangan. Anggota DPR dari daerah menilai perlindungan jemaah harus jadi prioritas. "Jangan sampai jemaah jadi korban situasi luar," katanya.
Situasi di bandara kini berangsur kondusif. Jemaah diarahkan kembali ke bus. Mereka menunggu informasi resmi berikutnya.
Update akan terus berkembang. Beritatercepat akan menyampaikan konfirmasi terbaru begitu tersedia.
Comments (0)