JAKARTA — BREAKING: Pameran business-to-business (B2B) internasional SIAL Food & Drinks Indonesia dikonfirmasi BARU SAJA bakal kembali mengguncang ibu kota pada 4–6 November 2026 di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Event berskala global ini tidak main-main. Lebih dari 500 merek dari 13 negara dan teritori dipastikan hadir. Area pameran seluas 18.000 meter persegi disiapkan untuk menampung seluruh peserta.
KONFIRMASI resmi disampaikan pihak penyelenggara dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/10). Penyelenggaraan pameran ini mendapat dukungan penuh Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian UMKM Republik Indonesia.
Negara Peserta: Dari Amerika Serikat hingga Vietnam
Daftar negara yang dikonfirmasi tampil mengejutkan. Mereka adalah:
- Amerika Serikat
- Arab Saudi
- China
- India
- Italia
- Korea Selatan
- Malaysia
- Mesir
- Prancis
- Taiwan
- Thailand
- Uni Emirat Arab
- Vietnam
Managing Director SIAL Network-ASEAN & India, Henri Tan, menyebut fokus utama ajang ini adalah pertemuan bisnis yang berdampak nyata.
"Fokus utama SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 adalah menghadirkan pertemuan bisnis yang efektif," ujar Henri dalam pernyataan resminya, dikonfirmasi MENIT LALU.
Ia menegaskan pihaknya akan menghubungkan pemasok dan produsen langsung dengan para pengambil keputusan serta pembeli berkualitas.
Rantai Pasok Hulu ke Hilir Jadi Andalan
UPDATE terbaru, kebutuhan industri F&B yang ditampilkan mencakup rantai pasok lengkap dari hulu ke hilir. Mulai dari bahan baku, mesin pengolahan dan pengemasan modern, produk makanan dan minuman kemasan, hingga olahan roti dan kue.
Sebagai bagian dari jaringan global SIAL Network, pameran ini dirancang memfasilitasi masuknya merek dan teknologi internasional ke pasar domestik.
Sekaligus mempertemukan produsen serta distributor nasional secara langsung dengan pembeli dari mancanegara.
Sejumlah saksi mata menyebut persiapan lokasi sudah mulai terlihat di kawasan Kemayoran. Status siaga logistik dan evakuasi barang pameran dilaporkan mulai berjalan.
Perkembangan selanjutnya masih dinanti. Yang jelas, ajang ini diprediksi menjadi magnet perdagangan F&B terbesar di Asia Tenggara tahun 2026.
Industri dalam negeri diminta bersiap. Peluang kemitraan jangka panjang terbuka lebar. Jangan lewatkan.
Comments (0)