BARU SAJA — Pansus DPRD DKI Jakarta menyoroti alur pembuangan sampah Jakarta yang mencapai 9.000 ton per hari. Pemprov DKI diminta segera menjelaskan proses pengelolaannya secara transparan.
Alur Pengelolaan Jadi Sorotan
Pansus menilai pemetaan alur sangat penting. Masyarakat berhak tahu ke mana sampah mereka dibuang. Selama ini alur pengelolaan dinilai tidak jelas.
- Volume sampah mencapai 9.000 ton setiap hari.
- Pansus minta Pemprov buka data alur pembuangan.
- Pemetaan dianggap kunci transparansi pengelolaan.
- Rekomendasi akhir sudah diserahkan ke Pemprov DKI.
Desakan Transparansi
Alur pembuangan dinilai harus dipetakan dari sumber hingga tempat pemrosesan akhir. Tanpa itu, pengawasan publik sulit dilakukan. Pansus mendesak Pemprov merinci setiap tahap.
Saksi mata menilai kondisi ini sudah darurat. Tumpukan sampah di sejumlah titik dilaporkan mengganggu aktivitas warga. Evakuasi sampah sering terlambat.
Langkah Pemprov Ditagih
Pemprov DKI dikonfirmasi harus segera merespons rekomendasi itu. Pansus meminta ada peta alur resmi yang bisa diakses publik. Update terbaru menyebut rekomendasi telah diterima.
Perkembangan ini menjadi sorotan karena menyangkut layanan dasar warga. Jika alur tidak jelas, potensi masalah lingkungan makin besar. Status siaga kebersihan pun dipertanyakan.
Comments (0)