BREAKING — Populasi Taiwan resmi menyusut selama 33 bulan berturut-turut per September 2026. Jumlah lansia kini 1,84 kali lipat lebih banyak dari anak-anak. Krisis demografi di kawasan itu kian dalam.
Data Terbaru Konfirmasi Krisis
Data resmi yang dikonfirmasi Sabtu (10/10) menyebut total penduduk Taiwan tinggal 23.213.251 jiwa hingga akhir September 2026. Angka ini turun 11.470 orang dibanding bulan sebelumnya.
Secara tahunan, populasi merosot 103.780 orang. Penyusutan terjadi di hampir seluruh wilayah. Tidak ada tanda pemulihan dalam waktu dekat.
- Warga usia 65 tahun ke atas menembus 4,8 juta orang
- Anak usia 14 tahun ke bawah hanya 2,6 juta jiwa
- Lansia mencakup 20,7 persen dari total populasi
- Usia produktif 15-64 tahun menyumbang 68,07 persen
Kematian Konsisten Lampaui Kelahiran
Selama September 2026, tercatat 16.712 kematian. Sementara bayi yang lahir hanya 7.704 jiwa. Selisihnya mencapai 9.008 jiwa dalam satu bulan.
Tren ini bukan hal baru. Angka kematian melampaui kelahiran selama 69 bulan berturut-turut. Rekor panjang yang belum terputus.
"Ini sinyal darurat demografi," kata seorang pengamat kependudukan. "Evakuasi bukan solusi. Taiwan butuh kebijakan pro-natalitas radikal," ujarnya menambahkan.
Kelahiran Anjlok Dua Digit
Jumlah kelahiran September 2026 terkoreksi 899 bayi atau turun 10,45 persen secara tahunan. Penurunan di atas 10 persen berlanjut tiga bulan berturut-turut sejak Juli.
Meski begitu, ada sedikit perkembangan. Dibanding Agustus 2026, kelahiran naik 212 bayi atau tumbuh 2,83 persen. Namun lonjakan ini terlalu kecil menutup defisit besar.
Di sisi lain, angka kematian justru melonjak 1.325 orang. Tekanan fiskal dan sosial dipastikan membesar.
Dampak ke Depan
Dengan proporsi lansia menembus seperlima populasi, Taiwan menghadapi beban ganda. Angkatan kerja menyusut. Biaya kesehatan dan pensiun membengkak.
Saksi mata di Taipei menyebut ruang publik kian didominasi warga sepuh. "Pagi hari, taman dipenuhi lansia. Anak-anak makin jarang terlihat," kata seorang warga.
Pemerintah belum mengumumkan langkah darurat baru. Pengamat memperingatkan, tanpa intervensi, populasi bisa turun di bawah 23 juta dalam waktu dekat.
UPDATE akan menyusul begitu data resmi berikutnya dirilis. Situasi ini terus dipantau. Perkembangan cepat bisa terjadi kapan saja.
Comments (0)