JAKARTA — BARU SAJA, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi sembilan perusahaan berada dalam antrean penawaran umum perdana saham atau IPO per 9 Oktober 2026.
Data resmi BEI yang dikutip Sabtu (10/10) menunjukkan komposisi calon emiten didominasi sektor kesehatan. Ini sinyal kuat geliat emiten kesehatan masuk pasar modal.
Komposisi Berdasarkan Skala Aset
- Tiga perusahaan beraset besar di atas Rp 250 miliar
- Empat perusahaan skala menengah, aset Rp 50 miliar-Rp 250 miliar
- Dua perusahaan skala kecil, aset di bawah Rp 50 miliar
Dikonfirmasi, sektor kesehatan mendominasi pipeline dengan empat perusahaan. Sektor energi menyusul dengan dua perusahaan.
Sisanya masing-masing satu perusahaan dari sektor industri, finansial, dan basic materials.
Realisasi IPO Sepanjang 2026
UPDATE: Sepanjang 2026 berjalan, BEI mencatat tujuh perusahaan telah resmi melantai di bursa.
Total dana yang dihimpun dari tujuh IPO tersebut mencapai Rp 2,16 triliun.
Angka ini menunjukkan pasar IPO masih bergeliat meski jumlah emiten baru belum signifikan.
Pipeline Obligasi dan Sukuk
Menit lalu, BEI juga merilis antrean Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).
Tercatat 22 emisi dari 17 penerbit dalam pipeline per 9 Oktober 2026.
- Lima perusahaan sektor energi
- Empat perusahaan sektor infrastruktur
- Tiga perusahaan sektor basic materials
- Tiga perusahaan sektor finansial
- Satu perusahaan sektor industri
- Satu perusahaan sektor properti dan real estat
Secara akumulatif, sepanjang 2026 telah diterbitkan 140 emisi dari 63 penerbit EBUS.
Nilai dana yang berhasil dihimpun dari EBUS mencapai Rp 138,04 triliun.
Rights Issue dan Aksi Korporasi
Selain IPO dan EBUS, BEI mencatat 15 perusahaan merampungkan rights issue.
Total nilai aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu itu mencapai Rp 16,23 triliun.
Hingga 9 Oktober 2026, masih ada satu perusahaan sektor properti dan real estat dalam pipeline rights issue BEI.
Perkembangan pipeline IPO dan EBUS ini menjadi indikator penting bagi investor. Kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga.
BEI dipastikan terus memantau seluruh proses antrean emiten. Konfirmasi resmi akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan.
Comments (0)