BREAKING NEWS — Denny Indrayana dan tim penggugat ijazah Gibran Rakabuming Raka BARU SAJA mengumumkan langkah baru. Mereka akan menggelar audiensi ke DPR dan partai politik. Agenda ini berjalan tepat setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh pihak penggugat, Jumat (9/10/2026). Target utama bukan lagi ruang sidang. Fokus kini bergeser ke ranah politik. Mereka mendorong proses pemakzulan terhadap Gibran.
Perkembangan Terbaru
Langkah audiensi ke Senayan disebut sebagai respons atas putusan MK. Tim penggugat menilai jalur hukum belum sepenuhnya tuntas. Mereka ingin membuka tekanan politik baru.
- Audiensi ke DPR dan partai politik segera dijadwalkan.
- Dorongan pemakzulan Gibran menjadi agenda utama.
- Putusan MK jadi pemicu, bukan titik akhir.
- Denny Indrayana memimpin langsung tim penggugat.
Saksi mata di lokasi menyebut tim sudah menyiapkan materi audiensi. Data dan dokumen disusun rapi. Mereka mengklaim punya bukti baru yang belum dipublikasikan.
Respons Cepat
"Kami lanjut ke DPR dan parpol. Ini bukan soal menang atau kalah di MK," ujar salah satu anggota tim penggugat. Pernyataan itu dikonfirmasi di Jakarta.
Menurut mereka, pemakzulan butuh dukungan politik. Tanpa tekanan parlemen, proses hukum dianggap mandek. Karena itu, audiensi jadi kunci.
Belum ada jadwal resmi dari DPR. Namun sumber di internal penggugat menyebut audiensi bisa terjadi dalam pekan ini. Partai politik yang dituju masih dirahasiakan.
Peta Politik
Langkah ini diprediksi memanaskan dinamika politik nasional. Gibran sendiri belum memberi tanggapan resmi. Kubu istana juga belum bersuara.
Pengamat menilai audiensi ke parpol punya risiko. Jika gagal, isu ini bisa melemah. Tapi jika diterima, tekanan ke Gibran bisa menguat.
Tim penggugat menegaskan tak akan berhenti. Mereka menyiapkan langkah lanjutan. Termasuk mendesak hak angket jika perlu.
UPDATE: Situasi masih berkembang. Beritatercepat akan terus memantau audiensi ke DPR dan parpol. Waspada informasi hoaks. Cek sumber resmi.
Comments (0)