Oct 10, 2026
breaking

BREAKING: Lansia 80 Tahun Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot Kudus

KUDUS — BARU SAJA, seorang lansia berusia 80 tahun dilaporkan bertahan hidup seorang diri di gubuk reyot di tengah persawahan Kudus, Jawa Tengah, selama lebih dari satu dekade tanpa pendampingan kel...

BREAKING: Lansia 80 Tahun Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot Kudus

KUDUS — BARU SAJA, seorang lansia berusia 80 tahun dilaporkan bertahan hidup seorang diri di gubuk reyot di tengah persawahan Kudus, Jawa Tengah, selama lebih dari satu dekade tanpa pendampingan keluarga.

Perempuan bernama Ngatini itu tinggal di bangunan berukuran sekitar 2 x 3 meter di RT 9/RW 1, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Ia dikonfirmasi tidak memiliki anak maupun kerabat yang merawatnya.

Kondisi ini mencuat ke publik setelah sejumlah foto memperlihatkan bangunan yang nyaris tak layak huni tersebut. Saksi mata menyebut gubuk itu berada persis di area persawahan, jauh dari permukiman warga.

Fakta Kunci di Lokasi

  • Usia Ngatini mencapai 80 tahun.
  • Ia hidup sendiri selama lebih dari 10 tahun.
  • Gubuk berukuran sekitar 2 x 3 meter.
  • Lokasi: RT 9/RW 1, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus.
  • Bangunan didirikan oleh kepala desa setempat.
  • Tanah milik warga yang mengizinkan Ngatini tinggal karena iba.

Dari luar, kondisi gubuk tampak memprihatinkan. Tumpukan botol plastik bekas memenuhi halaman. Atap bangunan berlubang, sementara dinding anyaman bambu rusak dan bolong di sejumlah bagian. Lantai gubuk masih berupa tanah.

"Setiap malam ia mengandalkan aliran listrik dari tetangga," ujar warga yang enggan disebut namanya. Ketika malam tiba, Ngatini harus menghadapi gigitan nyamuk tanpa pelindung memadai.

Bertahan Saat Cuaca Ekstrem

Saat hujan deras dan angin kencang datang, lansia itu tetap bertahan di dalam gubuk yang dindingnya tidak lagi mampu menutup rapat. Tidak ada tempat evakuasi tetap yang disiapkan untuknya.

Warga sekitar menyebut Ngatini tetap bersikeras tinggal di lokasi tersebut meski sejumlah pihak menawarkan bantuan. Kondisi ini memicu keprihatinan karena tidak ada keluarga yang mendampingi di usia senjanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah desa maupun instansi terkait soal langkah lanjutan. Perkembangan situasi masih terus dipantau.

Sejumlah pihak mendesak adanya intervensi cepat, terutama menjelang musim hujan yang dapat memperparah kondisi gubuk. Keselamatan Ngatini menjadi perhatian utama.

"Kami berharap ada perhatian serius," kata seorang warga. Kondisi lansia sebatang kara ini menjadi sorotan publik di tengah keterbatasan jaring pengaman sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User