PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, BARU SAJA dilaporkan semakin meluas dengan total 832 kejadian sejak status siaga darurat ditetapkan.
Angka itu dikonfirmasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Situasi kini masuk kategori darurat. Api terus menyebar ke titik baru. Tim gabungan dikerahkan siaga penuh.
"Jumlah kejadian terus bertambah setiap hari. Kami masih melakukan pemadaman dan evakuasi," ujar petugas lapangan, menit lalu.
Fakta Kunci di Lapangan
- 832 kejadian karhutla tercatat sejak status siaga darurat
- Sebaran meluas ke beberapa kecamatan di Palangka Raya
- Asap tebal dilaporkan menutup jarak pandang di sejumlah ruas jalan
- Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni dikerahkan
- Evakuasi warga di titik rawan terus dilakukan
- Helikopter water bombing dikerahkan ke titik terparah
Saksi mata menyebut api muncul dari lahan gambut kering. Angin kencang mempercepat perluasan. Petugas kesulitan karena titik api tersebar.
Dampak ke Warga
Warga di beberapa kelurahan mengeluh sesak napas. Kualitas udara dilaporkan memburuk. Sekolah dan aktivitas luar ruang dibatasi.
"Asap masuk ke rumah. Anak-anak kami batuk. Kami butuh masker," kata seorang warga.
BPBD mengimbau warga mengurangi aktivitas luar. Masker dibagikan di posko darurat. Puskesmas siaga menerima pasien ISPA.
Penyebab dan Peringatan
Faktor cuaca kering dan aktivitas pembukaan lahan diduga jadi pemicu. Petugas menegaskan larangan membakar lahan. Sanksi hukum menanti pelanggar.
Update terbaru: jumlah kejadian bisa bertambah. Pemantauan dilakukan 24 jam. Status siaga darurat masih berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.
Warga diminta segera lapor jika melihat titik api. Kecepatan laporan menentukan luas dampak. Tetap waspada. Ini perkembangan berlanjut.
Comments (0)