PALEMBANG — BARU SAJA, empat penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dilaporkan tertunda akibat kabut asap pekat yang menyelimuti kawasan bandara. Jarak pandang dilaporkan turun di bawah standar minimum keselamatan penerbangan.
Penundaan ini dikonfirmasi pihak otoritas bandara pada menit-menit terakhir. Kabut asap dinilai mengganggu proses lepas landas dan pendaratan pesawat. Situasi ini memaksa operator memilih menunda keberangkatan demi keamanan penumpang.
Fakta Kunci di Lapangan
- Empat penerbangan mengalami penundaan sejak pagi.
- Jarak pandang turun di bawah ambang minimum penerbangan.
- Bandara SMB II masih beroperasi dengan pembatasan.
- Penumpang diminta memantau informasi maskapai secara berkala.
- Belum ada laporan penerbangan dialihkan ke bandara lain.
Menurut keterangan yang dihimpun, kabut asap ini bukan disebabkan cuaca biasa. Asap diduga berasal dari kebakaran lahan yang masih berlangsung di sejumlah titik sekitar Palembang. Angin membawa partikel asap menuju kawasan bandara dan permukiman.
"Jarak pandang menurun drastis. Ini alasan utama penundaan," ujar seorang petugas bandara yang enggan disebut namanya. Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa kondisi udara memburuk dalam beberapa jam terakhir.
Dampak bagi Penumpang
Ratusan calon penumpang terdampak langsung. Mereka terpaksa menunggu di ruang tunggu tanpa kepastian jadwal baru. Beberapa penumpang dilaporkan mengeluh karena tidak mendapat informasi cepat dari maskapai.
Sejumlah saksi mata menyebut suasana bandara sempat ricuh ringan. Antrean panjang terjadi di konter maskapai. Petugas berusaha menenangkan penumpang dan mengatur ulang jadwal keberangkatan.
- Penumpang anak-anak dan lansia mendapat prioritas penanganan.
- Maskapai menawarkan pengembalian dana bagi yang membatalkan.
- Informasi jadwal baru diumumkan bertahap.
Peringatan Kesehatan
Kabut asap tidak hanya mengganggu penerbangan. Kualitas udara di Palembang dilaporkan memburuk. Warga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan. Penggunaan masker kembali dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan.
Dinas kesehatan setempat belum merilis angka resmi dampak kesehatan. Namun sejumlah puskesmas dilaporkan menerima pasien dengan keluhan saluran pernapasan.
Perkembangan dan Antisipasi
Otoritas bandara menyatakan terus memantau kondisi jarak pandang setiap jam. Jika kabut menipis, penerbangan yang tertunda akan diberangkatkan sesuai urutan. Namun jika asap menguat, penundaan tambahan kemungkinan terjadi.
Tim pemadam kebakaran lahan dikerahkan ke titik api. Upaya pemadaman terkendala akses lokasi dan kondisi angin. Pemerintah daerah disebut tengah menyiapkan langkah darurat bila kabut berlanjut hingga malam.
Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi. Perkembangan terbaru akan terus diperbarui seiring kondisi lapangan. Situasi ini masih dinamis dan bisa berubah cepat.
Comments (0)