Oct 11, 2026
breaking

BREAKING: APBN September 2026 Tembus Rp 2.341,5 Triliun, Defisit Terkendali

BARU SAJA — Pemerintah mengonfirmasi pendapatan negara hingga 30 September 2026 menembus Rp 2.341,5 triliun. Angka itu setara 74,2 persen dari target APBN tahun ini.Menteri Keuangan Suahasil Nazara ...

BREAKING: APBN September 2026 Tembus Rp 2.341,5 Triliun, Defisit Terkendali

BARU SAJA — Pemerintah mengonfirmasi pendapatan negara hingga 30 September 2026 menembus Rp 2.341,5 triliun. Angka itu setara 74,2 persen dari target APBN tahun ini.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Oktober 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Ia didampingi sejumlah wakil menteri dan pejabat tinggi Kementerian Keuangan.

"Kondisi ini sangat sehat. Per akhir September itu menandakan periode tiga perempat tahun yang idealnya berada di angka 75 persen," ujarnya.

Pendapatan Melesat 25,5 Persen

Realisasi pendapatan negara tumbuh 25,5 persen secara tahunan. Capaian ini disebut berada di jalur yang ditetapkan atau on track.

Sementara itu, belanja negara terealisasi Rp 2.660,5 triliun atau sekitar 69 persen dari target. Nilai ini naik 19 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Melansir data yang dipaparkan, lonjakan belanja didorong dinamika harga minyak bumi. Kenaikan harga komoditas itu mengerek alokasi pembayaran subsidi dan kompensasi energi.

Penerimaan Pajak Rp 1.607,6 Triliun

Dari sisi perpajakan, penerimaan mencapai Rp 1.607,6 triliun atau 68,2 persen dari target. Angka ini tumbuh 24,1 persen secara tahunan.

Sebagai pembanding, hingga September 2025 penerimaan pajak hanya Rp 1.295,3 triliun. Saat itu penerimaan sempat terkontraksi 4,4 persen.

Beberapa faktor penopang pertumbuhan pajak tahun ini:

  • Aktivitas ekonomi domestik yang menggeliat
  • Optimalisasi sistem administrasi Coretax
  • PPh nonmigas naik seiring penguatan administrasi
  • PPh migas terkatut naik mengikuti harga minyak
  • PPN dan PPnBM tumbuh positif

Data lengkap mengenai defisit APBN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turut dipaparkan dalam forum tersebut. Pemerintah menegaskan posisi fiskal tetap terjaga di tengah tekanan global.

Respons Cepat Pasar

Sejumlah analis menyebut capaian tiga perempat tahun ini menjadi sinyal positif. Pendapatan yang mendekati 75 persen dinilai memberi ruang fiskal memadai hingga akhir tahun.

Namun, pemerintah diminta mewaspadai tekanan harga minyak. Setiap kenaikan harga komoditas langsung memperbesar beban subsidi dan kompensasi energi.

"Perkembangan ini akan terus kami pantau," kata seorang pejabat Kementerian Keuangan.

Hingga berita ini diturunkan, rincian defisit terhadap PDB masih dirangkum. Update akan disampaikan begitu data final dikonfirmasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User