PARIS — BARU SAJA. Lebih dari 250 ribu pelajar Prancis turun ke jalan pada Kamis (8/10/2026). Aksi berujung bentrokan dengan petugas kepolisian. Demo ini menjadi yang terbesar sejak gelombang protes dua pekan lalu.
Massa memblokir ratusan pintu masuk sekolah. Guru dan orang tua ikut bergabung. Mereka memprotes kondisi pembelajaran yang dinilai mengkhawatirkan. Kepolisian dikerahkan ke titik konsentrasi utama di Paris.
Fakta Kunci di Lapangan
- 250 ribu lebih pelajar, guru, dan orang tua turun ke jalan.
- Bentrokan dilaporkan terjadi antara demonstran dan aparat.
- Ratusan sekolah diblokir sejak akhir September.
- Kementerian Dalam Negeri: 200.000 peserta di berbagai wilayah.
- Penyelenggara klaim angka jauh lebih besar: 450.000 orang.
UPDATE. Sejumlah saksi mata menyebut ketegangan meningkat saat massa mendekati barikade polisi. Petugas dilaporkan menggunakan gas air mata. Belum ada konfirmasi resmi soal jumlah korban maupun penangkapan.
Tuntutan Pelajar
Para siswa mengeluhkan sejumlah persoalan mendasar. Mereka menyoroti ketidakhadiran guru yang terus berulang. Jadwal pelajaran dinilai terlalu padat. Ruang kelas disebut bobrok dan tidak layak.
Isu lain yang mencuat: bangunan sekolah tidak sesuai dengan suhu yang meningkat. Kondisi ini memicu kemarahan lintas generasi. Guru dan orang tua ikut menuntut perbaikan sistem pendidikan nasional.
Siaga di Paris
Konsentrasi terbesar aksi berada di Paris. Aparat memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis. Situasi dilaporkan masih dinamis. Otoritas setempat menyatakan siaga darurat.
Evakuasi terhadap sejumlah demonstran dilaporkan berlangsung di beberapa lokasi. Tim medis dikerahkan ke area bentrokan. Perkembangan terbaru masih terus dipantau.
Gelombang protes ini menandai eskalasi terbesar dalam lebih dari dua pekan terakhir. Pemerintah Prancis belum memberi pernyataan resmi soal tuntutan massa. Negosiasi antara perwakilan pelajar dan otoritas pendidikan disebut masih alot.
Beritatercepat akan terus memperbarui perkembangan aksi ini. Pantau terus kanal breaking news untuk informasi terverifikasi.
Comments (0)