Oct 11, 2026
breaking

Siswa Sekolah Rakyat Pati Dikeroyok Usai Dituduh Curi Sabun

BREAKING — Seorang siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berinisial D, menjadi korban pengeroyokan belasan temannya sendiri. Pemicunya sepele: tuduhan mencuri sabun. Akib...

Siswa Sekolah Rakyat Pati Dikeroyok Usai Dituduh Curi Sabun

BREAKING — Seorang siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berinisial D, menjadi korban pengeroyokan belasan temannya sendiri. Pemicunya sepele: tuduhan mencuri sabun.

Akibat serangan brutal itu, D harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH). Satu gigi korban copot, satu gigi lainnya patah.

Kronologi Serangan

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (29/9). Saat itu D baru selesai makan dan hendak mengambil seragam PDL di kamarnya.

Di tengah perjalanan, seorang teman tiba-tiba menuduhnya mencuri sabun. D membantah. Namun bantahan itu tak digubris.

"Tiba-tiba dari belakang ada yang mukul, nggak tahu siapa yang mukul," ujar D saat ditemui awak media di RS KSH, Jumat (9/10).

Pukulan pertama mendarat di tengkuk. Pandangan D langsung gelap. Serangan susulan terus menghujani kepala dan tubuhnya.

D memperkirakan lebih dari 10 orang terlibat dalam pengeroyokan itu. Semuanya teman satu angkatan di kelas X.

Dua Gelombang Serangan

Korban mengungkapkan, pengeroyokan terjadi dalam dua gelombang. Serangan pertama di dalam kamar berlangsung sekitar 15-20 menit.

Setelah waktu Isya, D kembali dihajar di lokasi berbeda. Serangan kedua berlangsung lebih lama.

"Yang di kamarku sendiri itu cuma antara 15-20 menit, kalau yang di tempat lain itu lama," beber D.

Derita Luka Korban

Kondisi D memprihatinkan. Berikut rincian luka yang dialami korban:

  • Satu gigi copot, satu gigi patah hingga mulut berdarah
  • Lebam di kedua bahu akibat hantaman bertubi-tubi
  • Memar dan benjol di kepala dari pukulan benda tumpul
  • Kepala pusing berkepanjangan pasca-insiden

Meski babak belur, D tidak sampai kehilangan kesadaran. Ia masih bisa berjalan sendiri menuju ruang perawatan.

"Kalau pingsan enggak. Gigi sampai berdarah, sama kepala, sama ini," ucapnya sambil menunjuk bahu.

Tidak Ada Masalah Sebelumnya

D menegaskan tak pernah punya konflik dengan para pelaku. Ia bahkan mengaku tidak pernah mengobrol dengan mereka.

Saat ditanya soal keberadaan geng di sekolah, D mengaku tidak mengetahuinya.

"Nggak pernah ngomongan. Soal gang nggak tahu. Nggak pernah ngumpul gitu-gitu," tegasnya.

Laporan ke Guru

Usai kejadian, D langsung melaporkan pengeroyokan itu kepada guru. Pihak sekolah berjanji menangani laporan tersebut.

D sempat dirawat di ruang kesehatan sekolah sebelum akhirnya dirujuk ke RS KSH.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pati.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan antar-siswa di lingkungan pendidikan. Publik menunggu langkah tegas sekolah dan aparat penegak hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User