BREAKING — Kepala sekolah Daycare Little Aresha akhirnya angkat bicara di ruang sidang. Ia membongkar langsung perlakuan tidak wajar ketua yayasan terhadap anak-anak yang dititipkan.
Kesaksian itu disampaikan dalam persidangan yang berlangsung tertutup untuk umum. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kepsek menjelaskan sejumlah instruksi yang dinilainya menyimpang dari standar pengasuhan anak.
"Ada arahan yang tidak biasa. Itu kami terima dari ketua yayasan," ujar kepsek di hadapan majelis hakim, seperti dikonfirmasi dari sumber yang hadir di ruang sidang.
Instruksi Tak Lazim Terungkap
Menurut kesaksian tersebut, sejumlah kebijakan operasional harian di daycare diwarnai intervensi langsung dari ketua yayasan. Intervensi itu, kata kepsek, tidak mengikuti prosedur standar lembaga pengasuhan anak.
- Kepsek mengaku menerima instruksi verbal yang tidak tertulis.
- Sejumlah anak disebut mengalami perlakuan berbeda dari biasanya.
- Saksi mata menyebut ada kejadian yang membuat staf tidak nyaman.
- Kepsek menegaskan dirinya sempat menolak sebagian perintah.
Kesaksian berlangsung menegangkan. Kuasa hukum sempat mencecar kepsek soal kronologi. Jawaban kepsek membuat beberapa peserta sidang terlihat tegang.
Saksi Mata Perkuat Dugaan
Beberapa pihak yang disebut mengetahui kejadian itu turut memberi keterangan tambahan. Mereka membenarkan adanya pola perlakuan yang tidak sesuai aturan.
"Kami melihat langsung. Anak-anak kadang dibawa tanpa prosedur jelas," kata seorang saksi mata kepada awak media di luar ruang sidang.
Majelis hakim meminta keterangan itu didukung bukti dokumen. Kepsek menyatakan siap menyerahkan catatan internal dan komunikasi tertulis dengan pihak yayasan.
Perkembangan Sidang
Sidang akan dilanjutkan pekan depan. Agenda berikutnya mendengarkan keterangan ahli psikologi anak dan pihak yayasan.
Hingga berita ini diturunkan, ketua yayasan belum memberi tanggapan resmi. Kuasa hukumnya menyebut akan menjawab di persidangan.
Kasus ini menjadi sorotan publik. Sejumlah orang tua menuntut transparansi penuh atas standar pengasuhan di lembaga tersebut.
UPDATE — Pihak berwenang memastikan proses hukum berjalan. Evakuasi dan pemeriksaan anak-anak disebut telah dilakukan sesuai protokol perlindungan.
Comments (0)