JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani BARU SAJA menggelar pertemuan strategis dengan kandidat pimpinan Inter-Parliamentary Union (IPU) di sela rangkaian forum parlemen internasional. Agenda utama: pemberdayaan perempuan di panggung politik global.
Pertemuan ini dikonfirmasi berlangsung hangat dan berlangsung tertutup. Puan menegaskan komitmen Indonesia mendorong kepemimpinan perempuan di parlemen dunia.
"Pemberdayaan perempuan bukan pilihan, tapi keharusan," ujar Puan dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi media ini, Jumat (9/10).
Dukung Pemilihan Presiden IPU ke-32
Dalam pertemuan itu, Puan menyatakan dukungan penuh terhadap proses pemilihan Presiden IPU ke-32. Pemilihan akan digelar di Tanzania.
Dukungan ini dinilai menjadi sinyal kuat diplomasi parlemen Indonesia. Puan ingin memastikan agenda kesetaraan gender tetap menjadi prioritas organisasi parlemen terbesar dunia itu.
Fakta Kunci Pertemuan
- Lokasi: Forum parlemen internasional, Jakarta
- Agenda: Pemberdayaan perempuan dan kepemimpinan global
- Pihak terlibat: Puan Maharani dan kandidat Presiden IPU
- Dukungan: Pemilihan Presiden IPU ke-32 di Tanzania
- Status: Dikonfirmasi, berlangsung tertutup
Menurut sumber yang dikonfirmasi, pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian lobi Indonesia menjelang pemilihan pimpinan IPU. Puan disebut aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah kandidat dari berbagai negara.
Dorong Representasi Perempuan di Parlemen
Puan menekankan pentingnya peningkatan representasi perempuan di kursi parlemen. Data global menunjukkan keterwakilan perempuan di legislatif masih di bawah 30 persen.
Indonesia, kata Puan, terus mendorong kebijakan afirmasi. Tujuannya memastikan suara perempuan terdengar dalam pengambilan keputusan strategis.
"Parlemen harus menjadi rumah bagi semua, termasuk perempuan," tegasnya.
Dampak Diplomasi Parlemen
Langkah Puan ini dinilai memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Diplomasi parlemen dianggap jalur efektif memperjuangkan isu gender.
Pengamat menilai pertemuan ini bisa menjadi pintu masuk bagi kebijakan global yang lebih inklusif. Namun, implementasi di tingkat nasional tetap menjadi tantangan.
Puan dijadwalkan melanjutkan rangkaian pertemuan bilateral. Perkembangan selanjutnya akan dilaporkan secara berkala.
UPDATE: Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kubu kandidat Presiden IPU. Media ini terus memantau perkembangan dari lokasi.
Comments (0)