Oct 13, 2026
breaking

Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan: 30 Ribu Ringgit dan Pekerja yang Tewas

BREAKING — Proyek Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan menghabiskan 30 ribu ringgit pada tahap pertama. Dana raksasa itu dikucurkan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Ribuan pekerja dilaporkan tewa...

Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan: 30 Ribu Ringgit dan Pekerja yang Tewas

BREAKING — Proyek Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan menghabiskan 30 ribu ringgit pada tahap pertama. Dana raksasa itu dikucurkan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Ribuan pekerja dilaporkan tewas selama pembangunan.

Proyek Ambisius Sang Gubernur

Daendels memulai pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer itu pada 1808. Jalur ini membentang dari Anyer di ujung barat hingga Panarukan di ujung timur Jawa. Tujuannya mempercepat mobilitas militer dan logistik Hindia Belanda.

Pada tahap awal, kas kolonial digelontorkan 30 ribu ringgit. Angka itu baru sebagian kecil dari total biaya keseluruhan. Setelah dana pertama habis, Daendels mengambil langkah kontroversial. Ia memanggil 34 bupati untuk mengerahkan tenaga rakyat.

  • 30 ribu ringgit dana tahap pertama Jalan Raya Pos.
  • 34 bupati diperintah mengirim pekerja tanpa upah layak.
  • Panjang jalur: Anyer hingga Panarukan, sekitar 1.000 km.
  • Pembangunan dimulai 1808, dipenuhi kerja paksa.

Kerja Paksa dan Korban Jiwa

Perintah kepada 34 bupati memicu pengerahan massa. Rakyat desa ditarik dari sawah dan ladang. Mereka bekerja tanpa bayaran memadai. Kondisi kerja disebut sangat kejam.

Para pekerja menanggung beban berat di medan sulit. Hutan, rawa, dan pegunungan harus dibuka dengan alat sederhana. Banyak yang jatuh sakit. Banyak pula yang meninggal di lokasi. Jumlah korban hingga kini tidak pernah tercatat pasti.

Saksi mata masa itu menggambarkan pemandangan memilukan. Tubuh pekerja bergelimpangan di sisi jalan yang mereka bangun. Kabar duka menyebar dari desa ke desa. Namun proyek tetap berjalan tanpa henti.

Jejak yang Masih Berdiri

Jalan Raya Pos akhirnya rampung dan menjadi urat nadi transportasi Jawa. Hingga kini, sebagian jalurnya masih dipakai. Jalan ini menjadi saksi bisu penderitaan rakyat pada era kolonial.

Sejarawan menilai proyek ini contoh ekstrem eksploitasi tenaga manusia. Dana besar dari kas pemerintah berpadu dengan kerja paksa tanpa perlindungan. Hasilnya infrastruktur megah, tetapi harganya nyawa manusia.

KONFIRMASI — Perdebatan soal jumlah korban dan total biaya proyek masih berlanjut. Penelitian baru terus mengungkap sisi gelap pembangunan Jalan Raya Pos.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User