BREAKING: Wakil Ketua PBNU Gus Ipul menegaskan tidak ada satu rupiah pun uang hasil korupsi yang mengalir ke Muktamar Ke-35 NU. Pernyataan keras itu disampaikan langsung di hadapan awak media, Jumat sore.
"Tidak ada. Titik," tegas Gus Ipul saat dikonfirmasi soal tuduhan yang beredar luas di media sosial sejak beberapa hari terakhir.
Ia menolak semua tudingan yang menyebut dana muktamar berasal dari praktik rasuah. Menurutnya, tuduhan itu tidak memiliki dasar bukti sama sekali.
Fakta Kunci
- Gus Ipul membantah keras uang korupsi membiayai Muktamar Ke-35 NU
- Tuduhan dinilai tanpa bukti dan sengaja disebar untuk merusak citra NU
- PBNU mengajak warga tidak percaya berita palsu
- Pernyataan disampaikan langsung oleh Wakil Ketua PBNU
Serangan Isu Jelang Muktamar
Gus Ipul menyebut isu ini muncul di momen krusial. Muktamar Ke-35 menjadi perhatian besar warga Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia.
Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja menebar kabar bohong. Tujuannya jelas: mengganggu proses dan kredibilitas forum tertinggi NU itu.
"Jangan mudah percaya. Cek dulu, verifikasi dulu," ujarnya menegaskan.
Ajakan Warga NU
Gus Ipul meminta seluruh warga NU tetap tenang. Ia mengajak mereka tidak terprovokasi berita yang tidak jelas sumbernya.
"Warga NU harus cerdas. Jangan sampai diadu domba," kata dia.
Menurutnya, NU punya mekanisme internal yang transparan dalam mengelola setiap kegiatan besar. Termasuk pendanaan muktamar.
Ia menegaskan seluruh laporan keuangan muktamar dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Respons Cepat
Pernyataan Gus Ipul ini menjawab langsung spekulasi yang beredar. Isu itu sempat memanas di grup percakapan dan media sosial.
Banyak pihak menunggu sikap resmi PBNU. Kini jawabannya sudah keluar dengan sangat tegas.
Saksi mata di lokasi menyebut suasana tetap kondusif. Warga NU yang hadir tidak terpengaruh isu tersebut.
"Kami percaya pada pengurus. Isu itu tidak benar," kata seorang peserta muktamar.
Peringatan Keras
Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya etika bermedia. Menyebar tuduhan tanpa bukti, kata dia, bisa berurusan dengan hukum.
"Jangan main-main. Ini bukan sekadar fitnah, tapi bisa jadi pidana," ujarnya.
Ia berharap semua pihak menahan diri. Muktamar Ke-35 harus berjalan fokus pada agenda utama organisasi.
PBNU, lanjut Gus Ipul, tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang terus menyebar hoaks. Langkah hukum disebut masih terbuka.
UPDATE: Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang membuktikan tuduhan tersebut. Situasi dilaporkan tetap aman dan terkendali.
Warga NU diminta terus memantau informasi resmi dari kanal PBNU. Jangan sampai termakan kabar palsu yang merugikan umat.
Comments (0)